Siti Nurhaliza Jadi Korban Berita Hoaks

Siti Nurhaliza (Instagram cdtk)
09 April 2018 12:00 WIB Septina Arifiani Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Penyanyi Malaysia, Siti Nurhaliza, ditimpa kabar kurang menyenangkan. Siti menjadi korban berita hoaks yang menyebutkan dirinya mendulang pundi-pundi uang dari dengan memanfaatkan informasi ilegal.

Geram dengan anggapan tersebut, Siti mengunggah capture berita tersebut di akun Instagramnya. Judul artikel tersebut tertulis Siti Nurhaliza being Sued After Using Illegal Information to Make Millions yang artinya Siti Nurhaliza Dituntut Setelah Menggunakan Informasi Ilegal untuk Menghasilkan Jutaan.

Diberitakan kabar tersebut, Siti Nurhaliza merasa perlu angkat bicara dan memaparkan kebeneran. Ia menegaskan bahwa artikel yang ditulis dalam blog itu adalah tidak benar.

"Assalamualaikum semua. Ingatkan waktu berpantang, bolehlah berehat tapi tak mengapa, saya perlu jelaskan sesuatu supaya tidak ada orang yang keliru dengan berita palsu ini. Berita PALSU ini terdapat di dalam sebuah blog dengan tajuk lain tetapi apabila kita klik PAUTAN YANG BERKENAAN, akan keluar berita yang memaparkan wajah saya dengan ejaan nama Siti Nurhaliza," tulisnya, sebagaimana dikutip Okezone, Senin (9/4/2018).

"SAYA DENGAN INI MENAFIKAN SEKERAS-KERASNYA BERITA TERSEBUT (jika dirujuk pada saya). SAYA TIDAK ADA KENA MENGENA DENGAN BERITA PALSU TERSEBUT," lanjut Siti Nurhaliza.

Wanita kelahiran 11 Januari 1979 ini menjelaskan nama yang dituliskan di artikel itu bukanlah dirinya. Namun menurut Siti, penggunaan nama belakang dan wajahnya di artikel bisa menimbulkan asumsi negatif kepada dirinya.

"Apakah tujuan yang cuba dibuat oleh pihak yang menulis berita tersebut, saya tidak pasti namun menggunakan wajah saya dan nama Nurhaliza telah MENGUNDANG KEKELIRUAN DAN MENIMBULKAN PERTANYAAN BANYAK PIHAK mengenai KESAHIHAN berita tersebut," papar Siti Nurhaliza.

Siti Nurhaliza berharap kalau artikel yang menggunakan nama belakang dan fotonya segera diturunkan. Jika tidak juga digubris, ia tidak ragu untuk menindaklanjutinya ke jalur hukum.

"Saya berharap agar pihak yang membuat berita palsu ini segera memadamkan wajah dan nama saya SEPERTIMANA YANG TERTERA DALAM PETIKAN DI BLOG TERSEBUT. Jika perkara ini berlanjutan, saya tidak teragak-agak untuk mengambil tindakan YANG SEWAJARNYA YANG DIPERUNTUKKAN DI BAWAH undang-undang YANG BERKAITAN," tutupnya.

Tokopedia