KPI Akan Pantau Tayangan Ramadan

KPI Pusat (Kpi.go.id)
25 April 2018 10:45 WIB Septina Arifiani Entertainment Share :

Solopos.com, JAKARTA – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengharapkan adanya peningkatan kuantitas dan kualitas tayangan khusus bulan Ramadan 2018 ketimbang tahun sebelumnya.

Harapan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi KPI Pusat  dan MUI Pusat membahas persiapan pemantauan tayangan Ramadan dan kegiatan Anugerah Syiar Ramadan 2018, Selasa (24/4/2018), di Kantor KPI Pusat, Jalan Djuanda, Jakarta Pusat.

“Kita harus mendorong hal ini ke lembaga penyiaran, supaya mereka memperbanyak tayangan khusus Ramadan pada tahun ini,” kata Komisioner KPI Pusat, Nuning Rodiyah, pada rapat tersebut.

Menurut Nuning sebagaimana dilansir Kpi.go.id, Selasa, meningkatkannya kuantitas dan kualitas tayangan Ramadan bisa berdampak terhadap keuntungan lembaga penyiaran. Pasalnya, di saat bulan Ramadan, jumlah pemirsa mengalami kenaikan ketimbang bulan selain Ramadan. Kenaikan ini juga diikuti naiknya jumlah iklan yang beredar.

“Pola kepemirsaan sebelum dan saat bulan Ramadan mengalami perubahan. Ada peningkatan sekitar beberapa persen pada saat bulan Ramadan. Ini bisa dimanfaatkan lembaga penyiaran untuk menarik pemirsa dengan tayangan Ramadhan yang menarik dan tentunya berkualitas,” kata Nuning.

Selain itu, Nuning juga mengatakan meningkatnya kuantitas tayangan khusus Ramadan akan memperbanyak nomine yang ikut dalam Anugerah Syiar Ramadhan 2018. Adapun kategori yang diperlombakan pada Anugerah Syiar Ramadhan 2018 antara lain kategori Talkshow, Ceramah, Sinetron, Program Talent Search, Reality Show dan Variety Show. “Kami juga menyiapkan pemenang untuk kategori khusus Lembaga Penyiaran Terbaik Syiar Ramadhan,” tambahnya.

Komisioner KPI Pusat lainnya, Hardly Stefano mengatakan, penambahan acara bertemakan religi khusus untuk bulan Ramadan dapat mengurangi banyaknya tayangan hiburan yang tidak memiliki nilai atau value. Menurutnya, tayangan hiburan yang baik adalah yang memiliki manfaat dan terdapat value di dalamnya.

“Jangan sampai tayangan hanya jadi tontonan tapi sebagai tuntutannya tidak ada. Lembaga penyiaran harus mempersiapkan hal ini pada tayangan Ramadan-nya. Nilai-nilai yang terdapat dalam tayangan itu nantinya sejalan dengan nilai Ramadannya,” jelas Hardly.

Tokopedia