Emosi God Bless Menuju The Final Count Down

Kerumunan penonton padati panggung saat Godbless tampil dalam Volcano Rock Festival 2018 di Stadion Pandanarang Boyolali, Sabtu (12/5/2018). (Salsabila Anisa - Harian Jogja)
12 Mei 2018 20:40 WIB Akhmad Ludiyanto Entertainment Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Band rock legendaris God Bless memanaskan publik Stadion Pandanarang, Boyolali, Sabtu (12/5/2018) malam, sebelum penampilan puncak dari Europe. Tepat pukul 19.00 WIB, Ahmad Albar dkk mulai menggeber hit-hit lama mereka yang populer di kalangan penikmat rock hingga kini.

Ahmad Albar dkk menggetarkan panggung dengan lagu Menjilat Matahari yang disambung dengan lagu-lagu mereka Cermin, dan Emosi. Ribuan penonton yang sudah menantikan penampilan grup gaek ini pun langsung tergerak mengikuti alunan musik yang dibawakan Ian Antono (gitar), Dony Fatah (bas), Fajar (dram) dan Abadi Soesman (keyboard).

Setelah sederet lagu dengan beat cepat disajikan, God Bless merendahkan tensi penonton dengan lagu Rumah Kita. Sang vokalis yang akrab disapa Iyek ini berhasil memainkan emosi massa dengan lirik Syair Kehidupan. Petikan gitar di lagu ini memperkuat aroma balada yang melodramatik -- sesuatu yang hanya dirasakan oleh penikmat syairnya.

"Saya ingin bernostalgia dengan lagu ini," ujar Iyek menyapa penonton sebelum lagu Syair Kehidupan itu. Tak jelas Iyek ingin bernostalgia dengan momen apa. Namun kembali ke lirik yang dirilis pada 1980-an ini, God Bless kembali mengekspresikan "malam panjang yang remang-remang" itu dengan sentuhan karakter vokal Iyek dan snar gitar Ian Antono.

Belum puas bernostalgia, Iyek kembali mengajak penonton bernyanyi Panggung Kehidupan.

Dalam konser pembukaan grup rock asal Swedia Europe ini, God Bless mulai memanaskan lagi semangat penonton dengan Bis Kota dan lagu lain bertempo cepat. God Bless menutup aksi mereka dengan Semut Hitam.