Video Teaser Trailer Film Wiro Sableng Mengecewakan?

Penampilan Vino G Bastian di film Wiro Sableng (Youtube)
13 Mei 2018 09:00 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Wiro Sableng adalah pendekar sakti dalam kisah dunia persilatan Indonesia. Liku-liku kehidupannya melawan pendekar aliran hitam diangkat dalam sebuah film layar lebar bertajuk Wiro Sableng yang dibintangi Vino G Bastian. Suami artis Marsha Timothy itu berperan sebagai Wiro dalam film garapan Lifelike Pictures yang dinantikan masyarakat Indonesia.

Wiro Sableng menjadi pendekar hebat setelah berguru dengan seorang wanita sakti bernama Sinto Gendeng. Selama bertahun-tahun Wiro Sableng tinggal di gubuk reyot milik gurunya di puncak bukit. Dia mempelajari berbagai ilmu sakti. Setelah dirasa cukup, Sinto Gendeng menyuruh Wiro Sableng mengembara menumpas kejahatan akibat ulah pendekar golongan hitam pimpinan Mahesa Birawa.

Dengan bantuan dua teman setianya, Anggini dan Bujang Gila Tapak Sakti, Wiro Sableng menjalankan misi yang diwasiatkan gurunya. Wiro Sableng dibekali senjata sakti oleh Sinto Gendeng berupa kapak maut naga geni 212 oleh Sinto Gendeng. Kisah pendekar kapak maut naga geni 212 yang disutradarai Angga Dwimas Sasongko ini rencananya dirilis Agustus 2018 mendatang.

Meski masih cukup lama, tim produksi film Wiro Sableng meluncurkan video teaser trailer yang telah lama dinantikan masyarakat di Youtube, Jumat (11/5/2018). Video ini memperlihatkan aksi Wiro Sableng melawan penjahat bersama sejumlah rekannya. Di bagian akhir video terlihat Marsha Timothy yang berdandan cantik layaknya bidadari. Sayang, tidak dijelaskan detail apa peran artis Marsha Timothy dalam film itu yang membuat warganet penasaran. Namun, tak sedikit pula netizen yang mengkritik video tersebut.

"Pas shooting asli keren baget, pas green screen gak ngeblend. Semoga cuma teaser aja. Pas trailer dan film diperbaiki," komentar Kery Astina.

"Waktu lihat first trailer-nya ekspektasi gue bakal jadi film bagus ini. Tapi, waktu lihat trailer yang ini jujur kecewa waktu bagian pakai CGI. Kenapa harus pakai CGI kalau tempat di Indonesia bagus-bagus. Adegan fighting-nya kelihatan lebay dan pakai animasi balok kayu pecah. Kenapa enggak dibikin real aja kayak film action China. Walaupun kecewam tapi harus support terus perfilman Indonesia dan harus nonton ke bioskop," sambung Ceppy Tri.

"Kurang menggigit, masih kelihatan seperti sinetron Angling Dharma atau Tutur Tinular. Untuk ukuran film lokal yang didukung rumah produksi Fox International, CGI-nya terlihat biasa. Semoga ke depan lebih baik, maju terus perfilman Indonesia," imbuh Zuhri Zhu.

"Enggak tahu kenapa, The Romance of Condor Heroes lebih bagus teknik terbangnya. Sherina saat turun juga badannya terlalu membungkuk. Kayak lagi terjun pakai parasut. Siapa sih yang ngarahin? Kurang real, selebihnya nanti nonton di bioskop aja," tulis Zainullah Ms kecewa.

 

Tokopedia