Detik-Detik Jenazah Gogon Disambut Tangis Histeris Keluarga

Pelawak Gogon (Suara.com)
15 Mei 2018 23:00 WIB Akhmad Ludiyanto Entertainment Share :

Solopos.com, BOYOLALI — Pelawak senior Margono alias Gogon meninggal dunia, Selasa (15/5/2018). Personel grup Srimulat tersebut mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan ke Rumah Sakit Kota Bumi, Lampung, pukul 05.15 WIB.

Mengenai penyebab meninggalnya Gogon, sang anak, Ari menuturkan ayahnya meninggal dunia karena penyakit jantung. Gangguan kesehatan itu memang sudah lama diderita pelawak yang meninggal di usia 57 tahun tersebut.

Tokopedia

Pantauan Solopos.com, Selasa, jenazah Gogon yang dibawa dengan mobil ambulans tiba di rumah duka di Dukuh Bukur Ireng, Desa Bendan, Banyudono, Boyolali sekitar pukul 16.30 WIB.

Tangis histeris dari saudara dan kerabat dekat Gogon pun pecah saat jenazah dibawa masuk ke dalam rumah. Mereka tak kuasa ditinggal laki-laki yang sebelumnya memang kerap mengeluhkan sesak nafas.

Sementara itu, hadir mengantar jenazah penyanyi Didi Kempot. Seniman berambut gondrong ini memang mendampingi jenazah Gogon sejak perjalanan dari Lampung, tempat Gogon mengembuskan nafas terakhir.

Kepada wartawan Didi mengaku sangat kehilangan salah satu teman terbaiknya. Baginya Gogon adalah seniman yang sulit ditiru artis lainnya. Gogon juga punya ciri yang sulit ditiru artis lain, terutama pada rambut jambul dan kumis ala Charlie Chaplin yang sangat khas. “Dia sangat khas dan sulit ditiru,” ujarnya.

Sementara itu, sore itu kolega seniman Gogon, Kirun juga melayat ke Banyudono. Sebelumnya, seniman yang tinggal di Madiun, Jawa Timur ini juga melayat Ki Enthus di Tegal.

Kirun mengaku punya hubungan yang sangat erat dengan Gogon. Bahkan hubungan keduanya sudah seperti saudara. “Saya dengan Gogon sudah seperti sedulur,” ujarnya.

Selain itu, Gogon pandai menyembunyikan penyakit yang dideritanya. Sampai-sampai justru orang lain yang tahu kondisi asli Gogon yang merasa kasihan. “Namanya pelawak, biarpun sakit ya tertawa terus. Bahkan pingsan saja dia tertawa. Tapi sebenarnya kasihan. Teman sudah mengingatkan agar Gogon memeriksakan penyakitnya ke dokter, tetapi sepertinya dia sudah merasa penyakit itu adalah bagian dari hidupnya,” ujar Kirun.