4 Hal Unik Seputar Gogon

Gogon (Instagram kiki_koplaks)
16 Mei 2018 08:19 WIB Muhammad Rizal Fikri Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Kabar duka menyelimuti dunia komedi Indonesia. Pelawak senior Gogon meninggal dunia Selasa (15/5/2018) pukul 05.00 WIB.

Dilansir Liputan6.com, Selasa, pemilik nama asli Margono itu meninggal dunia di Rumah Sakit Kota Bumi, Lampung. Gogon meninggal karena serangan jantung. Gogon meninggal di usia 58 tahun.

Sebelum meninggal dunia Gogon masih aktif melawak. Job terakhirnya adalah melawan di acara kampanye bupati. Gogon manggung bersama Kadir dan Didi Kempot. Semenjak manggung itu Kadir mengaku melihat Gogon seperti kurang sehat.

“Kemarin itu main sama saya di lampung. Tapi ya gitulah, napasnya sudah berat banget. Dia ikut grup Didi Kempot. Saya jam delapam malam pulang menggunakan mobil. Kampanye kan siang sampai jam lima sore. Gogon tetap tidur di hotel,” jelas Kadir.

Menjelang pagi, anak Gogon memberi tahu Didi Kempot bahwa sang ayah pingsan. Gogon langsung dilarikan ke rumah sakit. Karena harus mengejar pesawat, Didi harus bergegeas dan ia meminta asisten untuk menemani anak Gogon menunggui ayahnya. Belum jadi naik pesawat Didi mendapat kabar Gogon sudah tiada.

Gogon populer sebagai anggota grup lawak Srimulat. Bahkan kata Srimulat kerap dipakai sebagai nama belakang Gogon. Selama kariernya di ranah komedi, Gogon dikenal memiliki beberapa gaya khas yang seolah-olah hanya dimiliki Gogon. Dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber. Ini empat hal unik tentang mendiang Gogon Srimulat;

1. Rambut
Selama kariernya, rambut Gogon seolah-olah tak pernah betumbuh. Ia mempertahankan rambutnya jambul mohawknya. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri untuk kesuksesan Gogon.

2. Kumis
Selain rambut, kumis Gogon juga membuatnya semakin unik. Bukan terinspirasi dari Adolf Hitler, kumis kotak di bibir Gogon terinspirasi dari komedian dan aktor klasik asal Inggris, Charlie Chaplin.

3. Bersedekap
Selain tampilan fisik, Gogon memiliki pose yang sangat ikonik. Ia kerap mempraktikkan pose tersebut dalam setiap sketsa komedi. Pose tersebut dilakukan dengan cara bersedekap namun tangan tak menempel di perut. Posisi kaki depan belakang dan kepala menunduk ke depan seperti akan menyeruduk.

4. Plesetan
Sebelum gaya memplesetkan kata-kata populer di ranah komedi Indonesia. Gogon dikenal sudah mempraktikkan hal itu.