ANTV Puncaki Rating TV Indonesia, Karena Banyak Gimik?

Rating televisi Indonesia (Instagram/otis__hahijary)
01 Juni 2018 15:00 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Pesbukers ANTV menjadi program acara komedi dengan rating tertinggi. Acara komedi yang tayang setiap hari saat sahur dan buka puasa itu memang banyak mendapat kritikan warganet. Namun, hal itu ternyata tak membuat Pesbukers ANTV kehilangan penonton setianya.

Vice President Director ANTV, Otis Hahijary, mengumumkan rating ANTV yang menempati posisi puncak di bandingkan sejumlah stasiun televisi lainnya. Prestasi ini merupakan buah dari beberapa program acara unggulan, salah satunya Pesbukers.

Padahal, selama ini program Pesbukers sering mendapat kritikan netizen karena dianggap tidak mendidik. Acara komedi tersebut menyuguhkan guyonan yang dianggap tidak bermutu. Bahkan, netizen menganggap terlalu banyak gimik yang diciptakan untuk mendongkrak rating acara tersebut.

Beberapa hari yang lalu, Otis Haijary, menulis status sindiran kepada salah satu artis yang menjadi pengisi acara Pesbukers. "Sehat di program TV sebelah, sakit di Pesbukers," tulisnya singkat di akun Instagram @otis__hahijary. Meski tidak disebutkan dengan jelas siapa yang dimaksud, warganet menebak jika artis tersebut adalah Raffi Ahmad.

Sebelumnya, salah satu artis pengisi acara Pesbukers ANTV, Shaheer Sheikh, juga mendapat kritikan. Aktor asal India itu bahkan diusir oleh warganet karena unggahan di akun Instagram-nya yang dianggap menghina acara Pesbukers. Padahal, acara itulah yang membesarkan namanya di Indonesia.

Perolehan rating ANTV yang meroket itu kembali menjadi bahan gunjingan warganet. Mereka sama sekali tidak senang melihat ranking stasiun televisi Indonesia berdasarkan rating yang diunggah di akun gosip @lambe_turah, Kamis (31/5/2018).

"Heran. Berarti ini membuktikan orang Indonesia banyak yang alay dan mau dibodohi sama gimik," komentar @najjwababyshop.

"Kenapa Trans 7 dan Net TV yang banyak kasih program bagus harus dengan rating rendah? Wahai penduduk Indonesia, jangan keseringan nonton acara alay coba. Kasihan masa depan anak-anak kalian penuh drama. Kasihlah penonton yang baik," sambung @leeraejin.

"Banyak yang ngomong acaranya tutp aja. Banyak gimiknya. Peringat satu tergimiklah yang nonton juga gimik makanya peringkat satu. Harusnya nanya sama masyarakatnya, yang buat nomor satu kan masyarakat yang nonton, mikir kuy," imbuh @wella_febriani.