K-Pop: Kematian Bintang BBF Jang Ja Yeon Kembali Diselidiki

Jang Ja yeon (The Famous People)
08 Juni 2018 02:00 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, SEOUL – Uang dan popularitas tak menjadi jaminan kebahagiaan bagi seorang artis. Ketatnya persaingan, tekanan industri, skandal seks, hingga kritikan tajam menjadi beberapa pemicu aksi bunuh diri di kalangan selebritas Korea Selatan. Mulai dari penyanyi, aktor, sampai pembaca berita nekat mengakhiri hidup di usia muda dan produktif, seperti dilakukan Jang Ja Yeon.

Bintang serial drama Korea, Boys Before Flowers, Jang Ja Yeon, mengakhiri hidup di usia 29 tahun di rumahnya pada 7 Maret 2009 lalu. Sembilan tahun berlalu, penyelidikan terhadap kematian Jang Ja Yeon kembali dibuka.

Dilansir Asia One, Rabu (7/6/2018), penyidikan itu dilakukan karena gencarnya gerakan perlawanan terhadaptindak pelecehan serta kekerasan seksual di Korea Selatan. Penyidikan ini dipimpin langsung oleh seorang jaksa bernama Hong Jong Hee. Dalam hukum di Korea Selatan, kasus kematian Jang Ja Yeon, harus tuntas dalam waktu dua bulan.

Setelah sembilan tahun berlalu, terungkap fakta baru yang mencengangkan tentang kehidupan Jang Ja Yeon. Sejumlah informasi yang beredar menyebut Jang Ja Yeon sempat menjadi budak seks. Dia dipaksa melayani sekitar 31 pria yang merupakan pejabat dan orang penting di dunia hiburan Negeri Ginseng. Sebagai aktris pendatang baru, Jang Ja Yeon tidak bisa melawan karena itu merupakan permintaan dari manajemennya.

Pada akirnya, semua kejadian buruk itu membuat Jang Ja Yeon depresi. Alih-alih dibela, Jang Ja Yeon malah dikurung dikamar yang membuatnya semakin tertekan. Semua kisah tragis ini diceritakan Jang Ja Yeon dalam surat yang ditemukan di kamarnya.

"Aku dikurung dan dipukuli tanpa henti. Aku tidak menghasilkan uang banyak sebagai artis. Tapi, aku bertanggung jawab membayar gaji manajer," ungkap Jang Ja Yeon.

Kasus kematian Jang Ja Yeon sangat mencuri perhatian kala itu. Lebih dari 40 penyidik menangani kasus ini. Bahkan, kantor kejaksaan juga membentuk tim investigasi khusus. Namun, tidak semua orang yang disebutkan Jang Ja Yeon dalam suratnya menerima hukuman. Hanya bos dan manajernya saja yang didakwa atas kekerasan dan pencemaran nama baik.