Kisah Album Baru Noah, Lewati Tenggat hingga Karantina di Pinisi

Vokalis Noah Ariel memukau pengunjung yang memadati concert hall De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (30/6 - 2018). (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
06 Juli 2018 16:20 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO -- Tak sulit bagi grup musik pop–rock alternatif asal Bandung, Noah, mencetak hits. Sejak kemunculan mereka saat masih bernama Peterpan, lagu-lagu mereka laris manis di pasaran, seperti Separuh Aku, Mimpi yang Sempurna, Bintang di Surga, dan Cobalah Mengerti.

Bahkan album recycle Sings Legend (2016) juga diminati para penggemar Noah. Namun grup band yang digawangi Ariel, Uki, Lukman, dan David, ini mengaku sedikit kesulitan menggarap album baru setelah Sings Legend.

Sampai saat ini Noah telah melewati dua kali masa tenggat. Tahun ini, kata Ariel, merupakan deadline ketiga yang harus mereka penuhi sebelum kembali tertunda karena kesibukan lain.

“Kami belum pernah mengalami sebelum ini. Hampir tiga tahun album tertunda, kami tiga kali telat [deadline]. Tahun ini deadline harus selesai. Mudah-mudahan kali ketiga ini [deadline ketiga] enggak meleset lagi. Biasanya sih kalau sudah ketiga begini ya harus jadi,” kata Ariel saat jumpa pers di Meeting Room Hotel Alila Solo, Jumat (29/6/2018).

Untuk memenuhi mimpi tersebut, Noah seolah kejar setoran. Akhir tahun 2017 lalu keempat personel Noah melakukan karantina album di sebuah kapal pinisi yang melintasi perairan Lombok. Salah satu ruangan kapal disulap menjadi studio tempat mereka menggali ide dan merekam materi baru. Noah sepekan di sana.

Tak semuanya berjalan sesuai rencana memang. Proses yang diharapkan menjadi cara baru mendapatkan inspirasi tersebut sempat terganjal dengan ombak di lautan dan cuaca buruk. Namun secara keseluruhan Ariel cs menikmati perjalanan. Proses karantina juga pernah dilakukan pada 2004 saat menggarap album Bintang di Surga dengan nama Peterpan.

Selesai dengan karantina mereka mulai sibuk dengan proses di studio rekaman. Uki mengatakan setiap ada tawaran manggung dirinya selalu antusias Termasuk ketika tampil di De Tjolomadoe akhir pekan lalu.. Pasalnya hal itu berarti ia bisa sekalian refreshing setelah penat terkungkung di ruang studio. 

Sementara itu saat ditanya soal konsep musik di album terbarunya nanti, Ariel, tak memberikan banyak informasi. Namun ia menjanjikan musik yang berbeda baik dari sisi sound maupun aransemen. Temanya tak jauh dari persoalan cinta seperti karakter Noah selama ini.

Ariel mengatakan ada tiga lagu yang sebenarnya sudah dibuat sejak 2010 lalu. Lagu tersebut kemudian diaransemen ulang untuk menjadi salah satu materi di album baru nanti.

“Beda pasti beda ya. Dari sisi sound, aransemen lagu. Apalagi Uki kalau lagi rekaman terus mencari ilmu baru. Banyak cara baru dalam merekam, instrumen vokal juga. Genre enggak mau membeda-bedakan ya. Mungkin sama [tema], karena sudah bawaan dari lahir ya,” kata Ariel menerangkan sekilas soal konsep album barunya sebelum konser eksklusif mereka bersama Pusakata, Jumat lalu.