Nasionalisme di Balik Film 3 Warna 1 Cita Karya Sineas Solo

Kru dan para pemain film 3 Warna 1 Cita seusai jumpa pers di Pendhapi Gede Balaikota Solo, Rabu (1/8 - 2018). (Solopos/Ika Yuniati)
03 Agustus 2018 20:50 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO - Yayasan Kristen Kalam Kudus bekerja sama dengan komunitas film Kembang Gula, berencana membuat film fiksi panjang berjudul 3 Warna 1 Cita. Program yang digarap dalam rangka memperingati 90 tahun hari Sumpah Pemuda ini dikomandoi sutradara asal Solo Steve Pillar Setiabudi beserta sineas muda berbakat lainnya.

Steve saat berbincang dengan wartawan seusai jumpa pers di Pendhapi Gede Balai Kota Solo, Rabu (1/8/2018), mengatakan film ini melibatkan puluhan siswa-siswi Kalam Kudus mulai TK, SD, SMP, hingga SMA.

Pemeran utamanya merupakan tiga remaja yang diceritakan bersahabat baik sejak TK. Persahabatan mereka bertahan lama karena memiliki banyak kesamaan mulai suka buku, film, dan makanan. Namun beranjak remaja ketiganya jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Konflik sederhana mulai muncul. Sampai akhirnya mereka harus bekerja sama dalam proyek Sumpah Pemuda berjudul Cinta Tanah Air.

Proses pengambilan gambar dimulai 17 Agustus mendatang. Dengan lokasi wilayah Solo, Pekanbaru, dan Pontianak. Steve mengatakan produksi diperkirakan selesai akhir tahun ini. Film bakal diputar di kalangan internal pada akhir 2018 dan dirilis untuk umum awal 2019 mendatang. “Film ini kami harapkan bisa diputar di komunitas-komunitas, dan layar bioskop,” harap Steve.

Steve mengatakan film ini mengusung genre drama anak-anak semi musikal. Di beberapa adegan bakal ada nyanyian dan gerakan tari oleh para pemain pendukung. Mereka menyiapkan delapan lagu bertema anak, persahabatan, dan nasionalisme yang bakal mengisi soundtrack.

Penata musik dan lagu melibatkan Muhammad Doni Kurniawan, sementara pengarah tari oleh koreografer Solo Dwi Surni Cahyaningsih, dan Muslimin Bagus Pranowo. “Kita membahas nasionalisme. Enggak harus secara langsung tentang hal-hal serius, tapi hal sederhana dari keseharian anak-anak ini,” kata dia.

 

Tokopedia