Dari Eropa, Pasar Klewer Dwiki Dharmawan Pulang ke Solo

Komposisi musik berjudul Pasar Klewer karya Dwiki Darmawan yang menjadi latar belakang pergelaran Harmoni Pasar Klewer dipentaskan di Halaman Balai Kota Solo, Sabtu (4/8 - 2018). (Solopos / Ferri Setiawan)
04 Agustus 2018 23:23 WIB Adib Muttaqin Asfar Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO -- Komposisi musik berjudul Pasar Klewer karya Dwiki Dharmawan yang menjadi latar belakang pergelaran Harmoni Pasar Klewer akhirnya dipentaskan pada konser hari kedua di Halaman Balai Kota Solo, Minggu (4/8/2018). Sajian ini ditampilkan pada sesi kedua setelah Papua Original.

Lengkingan suara pesinden Solo Peni Candra Rini mengawali pentas. Diiringi tabuhan gamelan di menit-menit pertama. Dwiki Dharmawan yang menjadi leader pentas malam itu seolah bernafas lega. Pasar Klewer yang telah dimainkan ke berbagai negara sejak 2016 akhirnya pulang ke tanah kelahiran. Pertama kali pentas di Kota Solo yang notabene lokasi berdirinya Pasar Klewer.

Komposisi musik Pasar Klewer ini sangat kaya. Dwiki Dharmawan menyebutnya jaz multikultural karena menyatukan elemen tradisional dengan musik Barat. Ia menggabungkan beberapa instrumen daerah seperti angklung, saksofon, klarinet, dan gamelan Jawa.

Saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (3/7/2018) lalu, Dwiki, mengatakan komposisi Pasar Klewer sangat demokratis. Ia bisa berdiri sendiri atau kolaborasi dengan instrumen lain. Malam itu Dwiki Dharmawan memasukkan gamelan Jawa. Sementara tahun lalu saat pentas di negara lain, dia mengawinkan aransemennya dengan alat musik tradisional daerah setempat, seperti Tiongkok, Portugal, dan Perancis.

“Pasar Klewer itu enggak hanya soal jual beli. Ada banyak hal di dalamnya. Soal komunikasi budaya, nuansa kulturalnya. Begitu riuh, dan berwarna. Spirit itu saya bawa dalam karya ini,” terangnya.

Suara kecapi yang dimasukkan dalam aransemen Pasar Klewer, Kata Dwiki, juga diambil dari suasana pasar. Beberapa tahun lalu setiap kali bertandang ke pasar kain terbesar di Jawa Tengah tersebut ia melihat pengamen berseliweran. Salah satunya suara kecapi yang digesek pengamen sembari berjalan menembus riuh jual beli.

Komposisi musik Pasar Klewer ini masuk dalam satu album berjudul sama yang direkam 2015 silam di Inggris. Melibatkan para pemusik Inggris dan Italia. Album tersebut memuat 11 karya dengan durasi sembilan hingga 14 menit.

Album Pasar Klewer

Setelah dirilis resmi pada 2016, album Pasar Klewer diapresiasi positif. Karya Dwiki Dharmawan di-review sejumlah majalah ternama di Inggris hingga mendapat penghargaan. Disusul undangan konser ke beberapa negara seperti Inggris, Austria, Kroasia, Jerman, Bulgaria, Kazakhstan, dan Azerbaijan.

“Ya sangat diluar dugaan responsnya sangat bagus sekali. Untuk itu saya sempat bermimpi membawa Pasar Klewer main ke Kota Solo sebagai kotanya Pasar Klewer. Dan tahun ini terwujud. Saya berterimakasih sekali kepada Bank BRI yang mendukung konser di Solo ini,” ceritanya.

Tak hanya Pasar Klewer, malam itu Dwiki Dharmawan membawakan sembilan komposisi musik lain dari album baru maupun lama. Yang hampir semuanya bernafaskan musik daerah. Sebut saja Jaz for Freeport, Samarkand, Frog Dance, Lir Ilir, dan Spirit of Peace. Di beberapa repertoar ia menggandeng dua pesinden bersuara tinggi Peni Candra Rini (Solo), dan Dewi Gita (Jakarta) untuk mengisi suara.

Sementara konser Harmoni Pasar Klewer yang terselenggara atas kerjasama PT BRI (Persero) Tbk, Dwiki Darmawan, Java Festival Production (JFP), dan Pemkot Solo hari kedua juga dimeriahkan Ipang Lazuardi, dan Glenn Fredly. Bersamaan dengan final pemilihan Putra Putri Solo 2018. Ika Yuniati