Antusias, Generasi Muda Solo Sambut International Gamelan Festival

Kelompok karawitan dari SMP Negeri 10 Solo saat latihan persiapan soft opening International Gamelan Festival (IGF) 2018, di aula sekolah setempat, Selasa (7/8 - 2018). (Solopos/Ika Yuniati)
08 Agustus 2018 20:15 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO - Bunyi tabuhan gamelan terdengar keras dari Aula Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Solo, Selasa (7/8/2018) sore. Salah satu materi wajib soft opening International Gamelan Festival (IGF) 2018 berjudul Gangsaran Roronjolo dimainkan berulang-ulang oleh 28 pengrawit dan pengisi vokal SMPN 10 Solo.

Waktu menunjukan pukul 15.00 WIB lebih saat wartawan Solopos.com, mendatangi lokasi latihan yang terletak di dekat lapangan tersebut. Murid-murid yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler telah pulang lebih dulu. Namun kelompok karawitan sekolah masih tetap tinggal untuk memperdalam materi persiapan IGF.

Tokopedia

Sore itu mereka tak sendirian. Karawitan SMP Negeri 3 Solo menunggui latihan. Kedua kelompok ini bergantian menggunakan satu set gamelan laras pelog berbahan perunggu yang disewa dari Karanganyar sejak, Senin (6/8/2018).

Arjuna Bagus Pramudia, 13, adalah salah satu pengrawit yang antusias menyambut perhelatan IGF 2018. Meski sibuk persiapan lomba dalang cilik, pemain demung II ini tak pernah absen latihan. Menurutnya gending-gending yang akan ditampilkan saat soft opening IGF susah-susah gampang. Butuh waktu dua hari untuk menghafal materi sederhana, dan lebih dari itu untuk garapan rumit.

“Ya agak susah pas gangsaran, agak bingung apalagi pas pindah dari pukulan pelan ke cepat. Tapi seneng bisa terlibat di IGF. Malah enggak sabar segera pentas besok,” kata dia semringah.

Selesai tampil dalam soft opening, Arjuna, berencana melihat serangkaian festival gamelan hingga hari terakhir. Ia sudah mencatat jadwal tampil beberapa musikus idola. Salah satunya komposer Solo yang kerap mengawinkan musik gamelan dengan instrumen Barat, Dedek Wahyudi.

“Seneng banget sama musiknya Pak Dedek. Bagus sih. Ada saxophone juga kalau bikin musik gamelan. Nanti pengin nonton semua pokoknya. Apa ya? Gamelan itu enak buat nglaras sambil tiduran,” kelakarnya saat ditanya alasan suka musik gamelan.

Angin Segar

Murid SMPN 3 Solo, Dian Devianti Lubis, 13, juga tak sabar dengan perhelatan IGF Kamis nanti. Pemain kendang ini berharap penampilannya tak mengecewakan. Apalagi bakal dilihat pengunjung dari berbagai daerah. “Sudah latihan sejak dua minggu [pekan] lalu. Semoga tidak mengecewakan. Ini kesempatan tampil di lihat banyak orang. Jadi ya seneng banget. Biasanya hanya main di acara sekolah,” kata dia.

Keterlibatan anak-anak dan remaja dalam soft opening IGF seolah membawa angin segar regenerasi gamelan. Anak muda usia SD hingga SMA ikut turun tangan memeriahkan hajatan akbar bertaraf internasional ini. Tak hanya Solo, mereka juga datang dari beberapa sanggar dan sekolah di Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, dan Wonogiri. Pelatih Sanggar Sarotama Karanganyar, Singgih Sri Cundomanik, Selasa, mengatakan pengrawitnya bahkan banyak diisi anak SD. Mereka antusias meskipun baru latihan materi wajib dua kali. Selebihnya untuk tembang bebas sudah disiapkan beberapa gending dolanan.

Semangat yang sama juga datang dari kelompok gamelan dewasa. Salah satunya kelompok Sekarmas dari Kelurahan Mojosongo. Grup yang diisi pengrawit usia 35 tahun – 50 tahun ini biasanya latihan setiap malam Kamis di pendapa kelurahan dengan memanfaatkan gamelan hibah Pemkot Solo. Menjelang IGF intensitas pertemuan mereka ditambah.

Selain empat materi wajib soft opening para pengrawit juga sibuk latihan beberapa materi yang akan ditampilkan sebelum acara inti. Ketua Sekarmas Susanto Kodo, Selasa, menyebutkan beberapa tembang seperti Sapu Tangan dan Slendang Biru karya Ki Narto Sabdho yang akan dimainkan dengan sentuhan musik Bali.

“Tembang lawas yang itu jarang sekali dibunyikan karena agak sulit. Makanya kami pentaskan besok biar orang tahu. Kalau dinyanyikan sering karena lebih gampang vokalnya ketimbang tabuhannya,” kata dia.