Host Hitam Putih Deddy Corbuzier Tanggapi Sanksi KPI

Deddy Corbuzier (Instagram mastercorbuzier)
14 Agustus 2018 11:00 WIB Septina Arifiani Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat memutuskan memberi sanksi teguran pada program siaran Hitam Putih di Trans 7 karena tidak menyamarkan wajah orang tua dan nenek serta identitas pelaku pada saat dialog dengan sepasang anak laki-laki dan perempuan yang menikah di usia dini. Pelanggaran tersebut terjadi di program Hitam Putih yang tayang pada 18 Juli 2018 mulai pukul 18.14 WIB.

Dalam surat teguran yang ditandatangani Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis, Senin pekan lalu (6/8/2018), disebutkan acara tersebut menampilkan dialog dengan sepasang anak laki-laki dan perempuan yang menikah di usia dini. KPI Pusat mencatat Trans 7 telah melakukan penyamaran wajah terhadap kedua anak, namun wajah ibu dan nenek kedua anak yang dimaksud tidak turut disamarkan dan terdapat penyebutan identitas nama kedua anak tersebut yakni Arifin dan Ira.

Menurut KPI Pusat, hal itu berpotensi membentuk stigma masyarakat dan menimbulkan dampak psikologis terhadap kedua anak tersebut. “Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas ketentuan tentang perlindungan anak-anak dan remaja,” kata Yuliandre Darwis sebagaimana dilansir di situs Kpi.go.id, Senin (13/8/2018).

Berdasarkan keputusan KPI Pusat, tayangan tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran KPI Tahun 2012 Pasal 14 serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 15 Ayat (1). Berdasarkan pelanggaran tersebut, KPI Pusat memberikan sanksi administratif teguran tertulis.

Mendapatkan sanksi tersebut, sang pembawa acara, Deddy Corbuzier langsung memberikan tanggapannya. Di kolom komentar Instagram @kpipusat, Deddy berjanji akan memperbaiki tayangannya. Namun, ia juga menyoroti masih banyaknya program yang tidak mendidik dengan menampilkan gimik dan gojet vulgar.

“Segera kami perbaiki.. Tapi setidaknya acara kami mungkin satu2 nya yg masih berpotensi untuk mengedukasi masyarakat dan menginspirasi... Bagaimana dgn joget2 vulgar atau acara setingan yg jelas tidak mendidik? Or is it normal these days?" tulis Deddy.