Hanyut dalam Nostalgia Bareng Boyzone di Prambanan Jazz

Aksi panggung Boyzone saat menghibur penonton Prambanan Jazz 2018 di Rorojonggrang Stage kompleks Candi Prambanan, Sleman, Jogja, Minggu (19/8 - 2018) malam. (Istimewa/Dokumentasi Prambanan Jazz 2018)
20 Agustus 2018 21:37 WIB Mahardini Nur Afifah Entertainment Share :

Solopos.com, JOGJA - Matahari merambat turun, senja berganti gelap. Penonton hari ketiga Prambanan Jazz 2018 yang memadati pelataran kompleks Candi Prambanan di Sleman, Jogja, Minggu (19/8/2018), terus berdatangan. Mereka menyemut bergantian mengerubuti dua panggung utama, Hanoman Stage dan Rorojonggrang Stage.

Hari itu, MLD Jazz Project, Jikustik, Barasuara, Stars and Rabbit, Glenn Fredly, dan Tulus tampil bergantian di panggung Hanoman yang dirancang dengan konsep festival. Sementara Boyzone, Dewa 19 bersama Ari Lasso, Gigi, Idang Rasjidi bersama Syaharani, dan Sierra Soetedjo, unjuk kebolehan secara estafet di panggung spesial Rorojonggrang yang berjarak ratusan langkah dari panggung festival.

Musikus Glenn Fredly yang sudah tiga kali menjadi bintang tamu Prambanan Jazz tampil penuh semangat. Dia membawakan tujuh lagu dari jatah waktu naik panggung 45 menit. Kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk perdana mengenalkan karya teranyarnya Like Never Before yang baru dirilis Kamis (16/8/2018). “Lagu ini terinspirasi dari anak-anak muda yang berpikir out of the box. Mereka bekerja di silent moment, tapi menghasilkan karya besar,” jelas Glenn.

Selain itu, ada juga aksi panggung solois Tulus yang sehari sebelumnya dipercaya memimpin seisi Stadion Gelora Bung Karno untuk melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya di pembukaan Asian Games 2018, Sabtu (18/8/2018) malam. Totalitasnya sebagai penghibur kembali ditunjukkannya di panggung festival Prambanan Jazz 2018. “Berkali-kali menyanyi di sini, saya selalu bangga,” katanya di sela-sela penampilannya berlatar candi Hindu yang dibangun pada abad ke-9 Masehi itu.

Perpisahan

Aksi panggung lain yang tak kalah ditunggu-tunggu adalah penampil pamungkas Boyzone. Naik pentas sekitar pukul 22.45 WIB, penonton yang tak sabar menyaksikan boyband asal Irlandia tersebut berteriak histeris lantaran antusias melihat Ronan Keating, Shane Lynch, Keith Duffy, dan Mikey Graham. Keempat personel tersisa selepas kepergian Stephen Gately yang meninggal dunia pada 2009 lalu menyuguhkan konser sentimental bagi para penggemarnya. Mereka memberikan suguhan perpisahan sebelum resmi bubar, November mendatang.

Boyzone membuka penampilannya dengan hit cinta energik lewat Picture of You dan Love You Anyway. Sambil menyanyi diiringi drum dan kibor, boyband berumur seperempat abad ini juga menarikan gerakan koreografi yang pernah mereka bawakan sewaktu muda. “Ini kali pertama kami ke sini. Kota yang indah. Sepanjang kami konser 25 tahun terakhir, ini latar panggung terbaik yang pernah ada,” ujar Ronan Keating bungah mengawali obrolannya dengan penonton.

Selepas membawakan lagu penyesalan ditinggalkan kekasih Baby Can I Hold You, personel Boyzone yang sebelumnya terpisah di bibir panggung mendadak berangkulan seolah enggan berpisah. “Ini spesial sekali selama 25 tahun kami bersama. Tanpa [dukungan] kalian, kami tidak punya kesempatan terbang ke negara kalian,” kata Mikey Graham.

Emosi penonton seolah makin diaduk begitu Shane Lynch membuka obrolan, “Dulu kami berlima. Sekarang tinggal berempat. Kami semua kehilangan Stephen. Tapi kami bisa merasakan dia tetap bersama kami. Lagu kami berikutnya didedikasikan untuk Stephen yang punya suara merdu. Kalian bisa mendengarkannya.”

Rekaman suara Stephen Gately terdengar mengalun saat membuka lagu Gave It All Away. Tak berapa lama personel lain pun bergabung menyanyi sambil berjoget ringan. Irama lagu pop tersebut dimodifikasi reggae sehingga mereka makin asyik menggoyangkan tubuh. Di pengujung lagu, Ronan Keating menengadahkan mikrofon ke langit seolah mengajak Stephen menyanyi lagi.

Selain menjadi ajang pamitan, panggung Prambanan Jazz 2018 juga digunakan Boyzone memperkenalkan lagu barunya berjudul Because. Lagu bikinan Ed Sheeran tersebut bakal masuk album terakhir mereka Thank You and Good Night yang rilis November mendatang.

Salah seorang penonton, Kartika Oktavia Pravitasari, 36, menempuh dua jam perjalanan naik mobil ke Prambanan Jazz 2018 untuk menyaksikan idolanya. Bersama sahabatnya dari Jakarta dan satu temannya dari Solo, mereka kompak mengenakan kaus merah muda bertuliskan Boyzone. “Pas SMP ngefans banget. Dulu cuma bisa mimpi bisa nonton konsernya langsung. Sambil langganan majalah musik buat kumpulin posternya. Senang sekali akhirnya bisa melihat di depan mata,” katanya.

CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi, berharap tahun depan bisa menyelenggarakan Prambanan Jazz 2019. “Saya berharap bisa membawa Norah Jones ke sini,” ujar dia.

Pada kesempatan sama, Lembaga Managemen Kolektif Wahana Musik Indonesia (Wami) memberikan penghargaan pada promotor Rajawali Indonesia Communication atas partisipasinya dalam penegakan hak cipta. Pihak promotor tersebut intens mengurus lisensi untuk musik yang ditampilkan di sederet konser bergengsi miliknya. “Kami sudah melakukannya sejak 2016 lalu. Harapannya semakin banyak lagi kesadaran dari penyelenggara konser dan festival lainnya,” imbuh Anas.