Film Kolosal Sultan Agung Gaet Generasi Milenial

Pemain film, Marthino Lio (kiri) bersama Adinia Wirasti, menyapa penggemar saat acara meet and greet Film Sultan Agung di The Park Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Jumat (24/8 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
25 Agustus 2018 07:45 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO - Di tengah booming genre horor dan romansa remaja, sutradara asal Jogja, Hanung Bramantyo, membuat gebrakan dengan menyuguhkan film drama kolosal yang mengusung sosok Raja Mataram legendaris di abad ke-17, Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma. Alternatif tontonan yang sarat dengan nilai-nilai sejarah dan budaya Jawa ini terangkum dalam karya biopik berjudul Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta.

Resmi tayang di semua bioskop Indonesia, Kamis (23/8/2018), film produksi Mooryati Soedibyo Cinema yang mengangkat cerita di balik perjuangan Sultan Agung memimpin Mataram ini tak hanya ditujukan kepada pencinta budaya. Melainkan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk generasi milenial. “Film Sultan Agung merupakan wujud persembahan kami bagi masyarakat Indonesia, dan upaya kami untuk mewariskan sejarah dan kekayaan warisan budaya bangsa kepada generasi masa kini,” kata Pendiri dan Presiden Direktur Mustika Ratu Group sekaligus pendiri Mooryati Soedibyo Cinema, DR.BRA Mooryati Soedibyo, dalam keterangan rilisnya, Jumat (24/8/2018).

Hanung menggaet para pemain bertalenta seperti Ario Bayu, Adinia Wirasti, Marthino Lio, dan Putri Marino. Digarap selama satu setengah bulan di Studio Gemplong, Sleman, film ini menurut Hanung memang bukan referensi sejarah faktual. Tetapi minimal bisa menyegarkan kembali ingatan anak muda tentang kisah Sultan Agung yang tak banyak diketahui.

Apalagi film ini juga melibatkan kerabat keraton dan sejumlah Seniman tradisional seperti Mahamenteri Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat K.G.P.A. Tedjowulan yang memerankan sosok Sunan Kalijaga, Kakak kandung Tedjowulan K.G.R.A. Wida sebagai Kanjeng Ratumas, pegiat teater Solo Pelog Trisno Santosa, dan penari senior Solo Djarot B Darsono.

Tantangan

Selesai gala premier yang dihadiri sejumlah tokoh nasional di Jakarta, para pemain mulai promosi ke kota-kota besar di Indonesia. Salah satunya The Park Mall Solo Baru yang didatangi Adinia Wirasti (pemeran Lembayung), dan Marthino Lio (pemeran Sultan Agung muda), Jumat. Adinia yang akrab disapa Asti saat berbincang dengan wartawan di X.O Café and Bistro The Park Mall Solo Baru, mengatakan tantangan terberatnya dalam film ini memang mengajak kaum milenial untuk mau belajar sejarah. Ia merasa punya amanah untuk menyelesaikan misi tersebut.

Minimal membuat anak muda sekarang kepedulian untuk mau tahu dan baca cerita singkatnya. Apalagi tak semua pelajaran sejarah zaman sekarang mengenalkan cerita Sultan Agung yang melegenda ini. “Minimal agar anak-anak muda itu enggak hanya tahu Sultan Agung sebagai nama jalan saja. Film ini juga banyak memperlihatkan nilai-nilai penting dalam budaya Jawa,” kata Asti yang suka dengan sejarah Nusantara sejak 2007.

Sebagai pemain, Asti, yang memerankan sosok Lembayung dewasa ini bahkan mengaku dapat banyak pelajaran berharga setelah menyelesaikan shooting. Ia jadi lebih tau lebih detail tentang nilai budaya Jawa. Seperti posisi duduk menghadap raja, pemakaian batik, keris, dan hal lain.  Begitu juga dengan Lio. Sebagai generasi muda era sekarang, aktor yang juga penyanyi ini mengatakan filmnya tak sekadar mengusung tema nostalgia. Banyak pelajaran berharga khususnya bagi generasi muda. Salah satunya tentang pentingnya belajar budaya sendiri karena itu merupakan kekuatan bangsa. “Seperti di Bali yang banyak disukai turis karena budayanya meskipun sekarang juga mulai ilang,” kata Lio.