Kabar Duka: Mubalig Kondang Ustaz Cepot Meninggal Dunia

Ustaz Cepot (Youtube)
27 Agustus 2018 14:10 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Seorang ulama kondang bernama KH Ahmad Ihsan atau yang lebih terkenal dengan nama Ustaz Cepot meninggal dunia dalam usia 60 tahun. Kabar itu viral di media sosial berkat unggahan akun gosip Instagram @lambe_turah, Senin (27/8/2018).

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Turut berduka cita atas meninggalnya KH Drs. Ahmad Ihsan (Ustaz Cepot). Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya, amin," demikian kabar yang disampaikan @lambe_turah.

Ucapan belasungkawa mengalir deras pada unggahan tersebut dari netizen. Sejumlah warganet yang mengagumi Ustaz Cepot merasa kehilangan. Mereka pun memberikan doa terbaik kepada sosok mubalig kondang tersebut.

Dihimpun dari berbagai sumber, Ustaz Cepot merupakan salah satu mubalig yang sering tampil di televisi Indonesia. Mubalig yang satu ini selalu memakai pakaian yang mirip dengan wayang khas Jawa Barat, Cepot. Dia melengkapi penampilannya dengan iket kahas, tutup kepala Khas Sunda yang biasa dipakai Cepot.

Selain penampilan, gaya bicara Ustaz Cepot sangat mirip dengan dalang yang biasa memainkan wayang Cepot. Semua hal unik itu lama-kelamaan menjadi ciri khas yang membuat namanya kian melambung.

Mubalig kelahiran Tangerang, Banten, 9 April 1958 itu merupakan pengasuh Pondok Pesantren Ibadurrahman, Cipondoh, Tangerang, Banten. Ustaz Cepot mendalami ilmu agama Islam di beberapa pesantren di Jawa Barat. Dia merupakan alumnus fakultas tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung.

Setelah kuliahnya selesai, Ustaz Cepot pulang ke kampung halamannya di Neroktog, Tangerang, Banten. Dia memilih mewujudkan cita-citanya menjadi guru di tanah kelahirannya daripada menjadi dosen di Bandung, Jawa Barat. Bermodal ilmu agama yang dimiliki, dia menjadi guru dan mengajarkan Alquran di beberapa sekolah. Caranya menyampaikan ilmu yang mudah dipahami membuatnya sering diminta mengisi pengajian hingga akhirnya terkenal sebagai mubalig.

Tokopedia