Catat, Gala Premier “Petualangan Menangkap Petir” Digelar di Solo

Jumpa pers film Petualangan Menangkap Petir besutan Kuntz Agus (kanan) di Restoran Goela Klapa, Manahan, Solo, Selasa (28/8 - 2018). (Solopos/ Ika Yuniati)
28 Agustus 2018 21:39 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO - Film berjudul Petualangan Menangkap Petir yang menyuguhkan keindahan alam di Selo, Boyolali, segera rilis. Tim produksi bakal menggelar gala premier karya besutan Kuntz Agus tersebut di Bioskop XXI Solo Square, Jumat (31/8/2018) mendatang. Para pemain dan sejumlah pejabat daerah dijadwalkan hadir untuk melihat detik-detik perilisan drama keluarga tersebut.

Sang sutradara, Kuntz, saat jumpa pers di Restoran Goela Klapa Manahan, Solo, Selasa (28/8/2018), mengatakan bakal mengundang penonton anak-anak untuk memeriahkan gala premier. Selanjutnya digelar kunjungan bersama para aktor dan aktris ke sekolah-sekolah. Ia ingin menyebarkan misi baik yang terkandung dalam film garapan rumah produksi Fourcolours Films ini.

Secara keseluruhan, Kuntz, mengatakan Petualangan Menangkap Petir mengusung nilai-nilai penting tentang arti mimpi dan pertemanan di era digital. Bagaimana anak-anak milenial berupaya sekuat tenaga meraih mimpinya tanpa menanggalkan pentingnya hubungan sosial.

“Ini adalah film yang didesain untuk seluruh keluarga. Film anak yang penuh keseruan dan petualangan. Cerita tentang persahabatan dan mengejar mimpi. Di sisi lain, film ini adalah mesin waktu bagi para orang tua, untuk mengunjungi masa kecilnya. Kadang kita lupa bagaimana rasanya menjadi anak-anak, kemudian tidak memberikan waktu untuk mereka bermain ," ujar Kuntz dalam keterangan tertulis.

Mengambil lokasi di Selo, Boyolali, film ini berpusat pada petualangan si pemeran utama bernama Sterling. Saat memasuki musim liburan, Sterling yang sebelumnya lama di Hongkong, harus tinggal di rumah kakeknya daerah Selo, Boyolali. Dari situ petualangan menjajaki kehidupan baru dimulai.

Sterling yang awalnya antisosial karena terlalu asyik dengan gadgetnya harus beradaptasi dengan suasana perdesaan. Ia bertemu teman-teman sebayanya Gianto atau Jaiyen, Neta, Wawan, Kuncoro, dan Yanto, yang memberi arti baru tentang pentingnya kehidupan sosial. Tak hanya itu, film ini juga mengangkat tokoh superhero lokal yaitu ki Ageng Selo yang akhirnya menginspirasi petualangan fantasi menangkap ‘petir’.

Didukung sejumlah aktor ternama seperti Slamet Rahardjo, Abimana Aryasatya, dan Arie Kriting, Petualangan Menangkap Petir ditargetkan mampu menggaet penonton sebanyak-banyaknya. Apalagi, film ini mengusung tema universal tentang konflik anak.

“Meski dibuat di Boyolali saya menjamin film ini enggak Jawa sentris. Temanya juga sangat universal berlaku di semua anak Indonesia. Kehadiran film ini memberi warna baru bahwa film anak enggak harus pas libur sekolah. Semoga setelah ini konten film anak selalu dapat slot khusus di setiap bulannya,” kata Kuntz.