Membangkitkan Karakter Karya Sang Ayah, Ini Tantangan Vino

Vino G. Sebastian (Solopos / M. Ferri Setiawan)
03 September 2018 15:25 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO - Memerankan sosok Wiro Sableng dalam film Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 bukanlah perkara mudah bagi Vino G. Bastian. Sebagai anak bungsu dari si penulis serial Wiro Sableng, mendiang Bastian Tito, ia sempat khawatir gagal menghidupkan karakter superhero ciptaan sang ayah. Tak heran ia pernah menolak permintaan tim produksi saat memintanya menjadi pemeran utama.

Menurut Vino sebenarnya banyak pihak yang meminta izin kepada keluarga Bastian untuk mengangkat kembali Wiro Sableng. Namun ditolak karena tak ingin kisah legendaris itu jatuh ke tangan yang salah. Sampai akhirnya awal tahun 2015 CEO Lifelike Pictures yang juga kakak ipar Vino, Sheila (Lala) Timothy meminta izin membawa Wiro Sableng ke level yang lebih tinggi. Saat itu yang ada dalam pikiran Vino hanya ingin melestarikan karya sang ayah.

Mimpinya terwujud, karakter superhero legendaris tersebut juga hadir dalam game MOBA AOV serta hadirnya Wiro Sableng Experience dalam sebuah eksibisi di Food Society Kota Kasablanka. “Setelah diskusi dengan keluarga, akhirnya saya mau untuk memerankan sosok Wiro. Setelah melihat naskahnya memang sesuai dengan karakter Wiro seperti yang dibuat mendiang [ayah],” terangnya.

Salah satu misi besar yang ingin dibawa Vino dalam film ini mengembalikan karakter Wiro sesuai dengan 185 serial buku garapan mendiang Bastian. Selama ini ia melihat karakter Wiro yang diciptakan dalam adaptasi film atau serial televisi terlalu berlebihan. Wiro dibentuk seolah super hero yang seolah tak pernah kalah. Di beberapa adaptasi sosoknya juga terlalu cengengesan sehingga terlihat konyol. “Setelah baca hasil riset tim produksi saya lihat sosok Wiro ini ya sosok manusia biasa yang juga pernah kalah, dan porsi cengengesannya biasa saja, tidak malah membuatnya jadi konyol,” tambahnya.

Kenangan

Keputusannya Vino memerankan sosok Wiro seperti takdir. Suami aktris Marsha Timothy ini mengatakan sebelumnya bahkan tak pernah berpikir akan memerankan tokoh legendaries yang sempat membesarkan nama aktor Ken Sukendro pada era 2000-an tersebut. Saat masih kecil ia terlalu cuek dengan karya ayahnya. Kenangan Vino yang tertinggal dengan Wiro Sableng hanyalah kisah tentang beberapa pendekar laki-laki seperti Bujang Gila Tapak Suci yang sering diceritakan mendiang ayah. Saat melihat bareng di layar kaca, ayahnya juga bercerita beberapa adegan terlalu berlebihan.

“Enggak ada wasiat sih. Malah suka mengomentari acting saya yang dinilai kurang. Soal mimpi ayah saya ingin ada yang meneruskan tokoh Wiro dari pihak keluarga saya malah enggak tahu. Tahunya dari Ken. Pas Tanya ibu saya juga beliau enggak pernah bilang sih. Tapi ya itu akhirnya jadi motivasi bagi keluarga,” terangnya.

Satu hal yang menambah kekaguman Vino pada mendiang ayahnya adalah adanya sosok pendekar perempuan hebat di setiap cerita Wiro Sableng. Karakter pahlawan perempuan yang sangat kuat seolah membuka persamaan gender yang dibuat sang ayah pada masa itu. Sebut saja Sinto Gendeng (guru Wiro Sableng), Anggini (sahabat Wiro), dan banyak lagi.