Penyanyi Keroncong Dian Mita Masuk Nomine AMI Awards 2018

Penyanyikeroncong Dian Mita Kurniasari, 24, saat menerima Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2014 Kategori Penyanyi Keroncong Wanita Terbaik. (Istimewa/Dok. pribadi)
15 September 2018 16:00 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO -- Nama Dian Mita Kurniasari, 24, kembali terdaftar dalam nomine Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards tahun 2018 ini.  Perempuan kelahiran Wonogiri tersebut masuk kategori Karya Produksi Kroncong/Kroncong Kontemporer/Stambul/ Langgam Terbaik berkat single teranyar berjudul Keroncong Nangka Kuning. 

Mita bersaing dengan beberapa seniornya seperti Dony Koeswinarno bareng Tompi (Hanyalah Untukmu), Keroncong Musyawarah (Tradisi), Krontjong Toegoe (Mardijkers), Mustikara and The Batuan Ethnic Fusion (Keroncong Kemayoran).

Sebelumnya, pada 2014 ia memenangi AMI Award Kategori Penyanyi Keroncong Muda dan nominasi yang sama pada 2015. “Kalau melihat yang lainnya bagus-bagus semua. Enggak tahu deh Mbak. Yang penting optimis saja, bismillah,” kata Peraih AMI Award 2014 kategori Penyanyi Keroncong Wanita Terbaik ini saat ditanya soal peluang kemenangannya, Jumat (14/9/2018)

Mita yang sempat dikontrak salah satu televisi swasta untuk mengisi acara keroncong selama setahun mengatakan tak pernah bermimpi pencapaiannya hingga titik ini.

Semua berawal saat ia memenangi lomba keroncong tingkat daerah saat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berlanjut saat menjadi juara lomba keroncong nasional di Jakarta 2013 silam. Dari situ keinginannya untuk terus berkarya semakin kuat.

Tak hanya mengisi acara dari satu panggung ke panggung lainnya, ia juga merilis tiga single lagu sejak 2013 lalu.

Sebagai penyanyi muda yang pernah belajar bareng grup keroncong Waldjinah di Solo, Mita, berkomitmen ikut mengembangkan musik daerah ini ke kalangan anak muda.

Tak heran ia kerap membawakan lagu-lagu kekinian versi keroncong. Termasuk berduet dengan sejumlah penyanyi beda genre seperti Judika (pop), dan Evi Masamba (Dangdut).

“Keroncong yang bisa dinyanyikan versi dangdut, pop, dan genre lain itu yang menjadi daya tariknya untuk anak muda,” kata Mita saat diwawancarai solopos.com, Jumat (14/9/2018).

Lebih lanjut, Mita, menilai banyak kelompok keroncong muda yang juga berkembang di wilayah Solo sekitarnya. Kualitasnya juga tak kalah dengan penyanyi dari daerah lain seperti Bandung, dan Jakarta.

Ia beberapa kali berduet dengan mereka saat masih terikat kontrak dengan salah satu televisi swasta setahun lalu. Hanya, mereka kurang konsisten berkarya dengan merilis lagu sendiri. Serta kurangnya wadah yang membantu perkembangan mereka.

Selain Mita, penyanyi keroncong remaja Woro Mustika Siwi, juga masuk nomine AMI Award 2014 kategori Penyanyi Solo Wanita Terbaik Bidang lagu Anak-Anak lewat lagu Walang Kekek pada album Di Atas Rata- Rata.

Senior mereka yakni sang maestro Waldjinah beberapa kali menyabet penghargaan bergengsi tersebut. Terakhir, Waldjinah memenangi AMI Awards 2017 Kategori Karya Produksi Kroncong/Kroncong Kontemporer, Langgam/Stambul, di usianya yang menginjak ke 72 tahun. 

Tokopedia