Erick Iskandar Klarifikasi Tudingan Penipuan

Erick Iskandar saat mengklarifikasi tudingan penipuan. (Suara.com)
16 September 2018 16:45 WIB Newswire Entertainment Share :

Solopos.com, JAKARTA - Kakak Jessica Iskandar, Erick Iskandar akhirnya angkat bicara soal tudingan melakukan penipuan dan penggelapan uang produk kosmetik Lip Cream Matte "Jedar" oleh Martin Pratiwi.

Menurutnya seluruh tuduhan tersebut tidaklah benar. Kerjasama bisnis itu sampai saat ini pun masih berjalan. "Perjanjian [kerjasama] tersebut sampai saat ini masih berjalan, dan tidak pernah dinyatakan secara surat tanda berakhirnya kontrak oleh para pihak," ujar Erick Iskandar di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, dilansir Suara.com, Sabtu (15/9/2018).

Perihal Martin Pratiwi menggugat uang Rp 464 juta, Erick Iskandar merasa hal itu tidak masuk akal. Pasalnya, hasil penjualan sampai Februari 2018 cuma menghasilkan laba kotor Rp 93.852.000.

Itu pun belum termasuk pemotongan biaya admin dan operasional lainnya. Bahkan, Jessica Iskandar sebagai brand ambassador produk belum menerima bayaran. "Saya menduga bahwa ini bagian dari upaya pemerasan, MP tidak mau rugi dalam menjalankan bisnis. Ini hanya ingin meraih keuntungan dan tidak mau menghiraukan biaya-biaya yang sudah saya keluarkan. Hanya mementingkan keuntungan dan uang balik," sambung Erick Iskandar.

Ia juga menekankan tidak pernah menggelapkan uang tersebut. Bahkan seluruh hasil penjualan sejak November 2017 memang sengaja belum dibagi dua, mengingat Martin Pratiwi sulit dihubungi.

"Saya siap diaudit untuk masalah ini, karena semua laporan saya lengkap, uang penjualan dan barang ada. Tidak ada penipuan dan penggelapan. Lagian barang masih ada kok mintanya uang? Kenapa tidak minta barang? Ini artinya apa?" kata Erick Iskandar.

"Saya merasa dirugikan dengan pemberitaan ini, karena saya tidak pernah melakukan semua tuduhan saudari MP," imbuhnya lagi.

Seperti diketahui, Erick Iskandar dan Martin Pratiwi bekerjasama dalam bisnis Lip Cream Matte "Jedar" dengan menunjuk Jessica Iskandar sebagai brand ambassador sejak November 2017.

Hingga kini, Martin Pratiwi merasa tidak pernah menerima keuntungan dari penjualan produk tersebut. Ia pun meminta pengembalian modal dan laba dengan total Rp464 juta.

Sumber : Suara