Bercita-Cita Jadi Aktris, Lady Gaga Ternyata Minder Berakting

Lady Gaga (Yahoo)
27 September 2018 00:10 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Berakting bukanlah hal baru bagi Lady Gaga. Penyanyi berusia 32 tahun itu mengambil peran dalam film terbaru garapan Bradley Cooper, A Star Is Born. Kesempatan emas tersebut tidak disia-siakan begitu saja karena Lady Gaga bercita-cita menjadi aktris sejak kecil.

Tetapi, Lady Gaga justru lebih dikenal sebagai penyanyi. Meski demikian, hal itu tak membuatnya lupa dengan cita-citanya sebagai aktris. Buktinya, dia pernah membintangi beberapa film, yang terbaru A Star Is Born. Meski bukan kali pertama berakting, Lady Gaga rupanya sempat merasa gugup.

Pelantun Poker Face itu merasa tidak yakin dapat berakting dengan baik dalam film yang rencananya dirilis Oktober 2018. "Saya merasa tidak bisa menjadi seorang aktris. Saya ikut banyak audisi, namun hampir semuanya gagal," kata Lady Gaga seperti dikutip dari E News, Rabu (26/9/2018).

Meski demikian, Bradley Cooper justru yakin dengan kemampuan Lady Gaga berakting. Dia melihat Lady Gaga berpotensi menjadi aktris dengan kemampuan akting yang natural. "Sejak bertemu dengannya, saya melihat dia sebagai orang yang penuh perasaan, terbuka, dan menyenangkan. Saya yakin dia bisa melakukan yang terbaik," ungkap Bradley Cooper.

Dugaan Bradley tentang sosok Lady Gaga ternyata benar. Lady Gaga menunjukkan semangat kerja yang luar biasa. Dia menilai Lady Gaga sebagai rekan kerja yang baik. "Dia adalah pekerja keras yang berdedikasi. Dia sangat sibuk. Namun, dia memberikan yang terbaik di film ini. Saya harap dia puas dengan hasil dari film ini nantinya," sambung Bradley Cooper.

Film A Star is Born menceritakan pertemuan seorang bintang rok bernama Jackson [diperankan Bradley Cooper] dengan pelayan keturunan Italia-Amerika Serikat, Ally (Lady Gaga). Keduanya saling tertarik hingga akhirnya menjalin kasih.

Film terbaru Hollywood ini merupakan remake ketiga dari yang pernah dirilis pada 1937 silam. Film pertamanya membawa Janet Gaynor membawa pulang piala dari Academy Award. Kepopuleran film tersebut membuat para sineas tertarik menggarapnya kembali pada 154 dan 1976.