Pasha Ungu Tidur di Pengungsian Bareng Korban Gempa Palu

Pasha Ungu (Instagram/pashaungu_vm)
01 Oktober 2018 14:40 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, PALU Gempa bumi bermagnitudo 7,4 Skala Richter yang terjadi Jumat (28/9/2018), meluluhlantakkan Kota Palu, Sulawesi Tengah. Gempa yang berpusat di Kabuten Donggala, Sulawesi Tengah itu nyaris menelan 1.000 nyawa. Ratusan rumah rusak dan sejumlah alat berat berserakan akibat bencana alam yang dahsyat tersebut.

Kesulitan akibat bencana alam tersebut turut dirasakan oleh pentolan grup musik Ungu, Pasha, yang kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu. Beberapa hari lalu, media sosial dihebohkan dengan foto Pasha Ungu yang tidur di pengungsian bersama korban gempa Palu, Sulawesi Tengah.

Pasha Ungu dan istrinya tidur di pengungsian (Instagram-@lamiscorner)

Pria bernama asli Sigit Purnomo dan istrinya, Adelia Pasha, tidur bersama masyarakat korban gempa Palu, Sulawesi Tengah, yang mengungsi pasca-gempa dan tsunami. Setelah keadaan berangsur membaik, Pasha mengabarkan kondisi terkini di Kota Palu, Sulawesi Tengah, melalui laman Instagram pribadinya, @pashaungu_vm.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pertama-tama kami atas nama keluarga dan jajaran pemerintah Kota Palu mengucapkan rasa sedih yang mendalam dan turut berduka cita kepada seluruh korban bencana gempa yang terjadi di Kota Palu baik itu warga kota maupun tamu dan wisatawan dari luar kota. Secara pribadi kami tidak pernah menyangka atau pun membaca bahwa akan ada bencana yang dahsyat menimpa kota kebanggaan kami, Palu, di saat akan melaksanakan kegiatan besar Pesona Palu Nomoni III," tulis Pasha, Minggu (30/9/2018).

"Semua terjadi begitu cepat dan kencang sekali. Namun, alhamdulillah dalam tangisan yang begitu dalam ini kami masih bersyukur karena masih banyak warga kami yang dapat terselamatkan dan menyelamatkan diri khususnya pada saat berada di area pesisir pantai. Sampai detik ini kami bersama tim satgas bencana gabungan masih berupaya untuk mengevakuasi korban yang masih terjebak di beberapa gedung baik rumah sakit, restoran, mal, rumah penduduk, sekolah, hotel, dan lain-lain," sambung Pasha.

Sampai saat ini, pemerintah bersama sukarelawan terus berupaya melakukan evakuasi dan mendistribusikan logistik di 81 posko pengungsian di Kota Palu. Menurut Adelia Pasha dalam unggahan story di akun Instagram pribadinya, para pengungsi mulai kehabisan makanan. Dia meminta masyarakat Indonesia memberikan doa terbaik bagi warga Kota Palu dan sekitarnya yang menjad korban gempa dan tsunami tersebut.

"Doakan kami ya teman-teman, khususnya bagi korban bencana gempa dan tsunami. Semoga yang meninggal husnulkhatimah," tutur Adelia Pasha.