Perjalanan Karier Rudy Wowor, Pemeran Tokoh Antagonis Paling Ikonis

Rudy Wowor (Youtube)
05 Oktober 2018 14:00 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktor kondang, Rudolf Canesius Seomolang Wowor atau yang akrab disapa Rudy Wowor, meninggal dunia dalam usia 74 tahun, Jumat (5/10/2018). Kabar meninggalnya Rudy Wowor dibenarkan oleh sahabatnya, Roy Marten.

Beberapa tahun belakangan, aktor berdarah Belanda-Manado itu dikabarkan sakit. Pria kelahiran Amsterdam, Belanda 13 Desember 1943 itu sempat dirawat di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, akibat komplikasi.

Semasa hidupnya, Rudy Wowor dikenal sebagai aktor yang sering mendapat peran antagonis. Dia mengawali karier di dunia hiburan sejak 1970-an. Dia telah membintangi berbagai film laris sampai 2017 lalu, mulai dari Tjoet Nja' Dhien (1988), Ayat Ayat Cinta (2008), sampai yang terakhir beradu akting dengan Tatjana Saphira di film Sweet 20 (2017).

Dihimpun dari berbagai sumber, kemampuan akting Rudy Wowor diperoleh dari bangku kuliah. Dia merupakan alumus Institut Des Hautes Etudes Cinematographiques di Paris, Prancis, yang merupakan sekolah perfilman. Tamat dari sana, dia melanjutkan pendidikan di Living Theater Amerika Serikat pada 1971.

Kecintaan di dunia seni peran membuat Rudy Wowor getol belajar sampai ke Negara Paman Sam. Sampai akhirnya pada 1974 dia menetap di Indonesia dan meniti karier di dunia hiburan. Segudang ilmu dan pengalaman yang didapatkan di bangku sekolah menjadi modal utama bagi Rudi Wowor terjun di dunia perfilman Tanah Air.

Rudy Wowor mengawali karier sebagai tim kreatif film Impian Perawan pada 1976. Kariernya mulai naik sampai mendapat peran di film Aladin pada 1980. Dia kemudian mendapat tawaran bermain film Tjoet Nja' Dhien yang membawanya menjadi nomine aktor pembantu terbaik di Festifal Film Indonesia 1988.

Bukan cuma film layar lebar, Rudy Wowor juga sering berperan dalam berbagai sinetron Indonesia. Pria berwajah bule itu sering mendapat peran antagonis yang membuat namanya semakin terkenal. Selain berakting, ternyata dia juga memiliki kemampuan di bidang koreografi. Dia pernah menjadi juri ajang pencarian penari berbakat dan ikut menjadi koreografer beberapa pementasan teater di Jakarta.

Menariknya lagi, Rudy Wowor ternyata merupakan seorang penulis. Kemampuan menguasai tujuh bahasa memberinya kesempatan menulis di beberapa majalah terbitan Madrid, Spanyol, dan Australia. Dia bahkan pernah menjadi penulis di majalah mode ternama, Elle.