Roro Fitria Pingsan Dengar Tuntutan 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Roro Fitria (Instagram/roro.fitria1989)
05 Oktober 2018 15:10 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Artis sensasional Roro Fitria pingsan seusai mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/10/2018). Dalam sidang tersebut, Roro Fitria dituntut hukuman lima tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar.

Tuntutan tersebut membuat Roro Fitria syok hingga jatuh pingsan di ruang persidangan. Kondisi Roro Fitria tersebut terekam dalam video singkat yang diunggah akun gosip Instagram @lambe_turah, yang mendapat ribuan komentar warganet.

"Duh, kasihan ya kanjeng nyai pingsan denger tuntutan lima tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Yang sabar ya nyai. Bisa buat peringatan yang lain nih, jauhi narkoba," tulis @lambe_turah sebagai keterangan video yang diramaikan ribuan komentar warganet.

Alih-alih prihatin, sejumlah netizen justru meminta Roro Fitria menerima tuntutan tersebut dengan lapang dada. Tuntutan itu merupakan akibat dari kesalahannya mengonsumsi narkoba. Selain itu, netizen menilai besaran denda tersebut wajar karena selama ini Roro Fitria hobi pamer kekayaan.

"Makanya, kalau suka pamer harta. Pas kena kasus dibikin-bikin dendanya gede. Belum yang di bawah meja," komentar @roeindesso.

"Yang tabah ya Nyai Roro. Semoga dikuatkan dalam penjara. Mudah-mudahan setelah keluar dari penjara insaf. Enggak jadi orang yang takabur pamer harta duniawi dan nyoba barang haram lagi," sambung @renianggel.

"Ngaku orang kaya. Denda Rp1 miliar aja gak bisa. Ya sudah Mbak Roro terima saja. Lima tahun sebentar kok. Sabar ya mbak, ambil hikmah di balik semua. Semoga keluar sadar, amin," lanjut @tioka_10.

Dikutip dari Liputan 6, Jumat (5/10/2018), JPU Maidarlis menuntut Roro Fitria dengan hukuman yang cukup berat salah satunya karena membeli dan menggunakan sabu-sabu bersama orang lain. "Dalam fakta persidangan, Roro mengaku sabu-sabunya dipakai sendiri berdasarkan fakta persidangan. Kemudian dipakai bersama Wawan dalam perayaan hari valentine," jelasnya seusai sidang.

Selain itu, JPU Maidarlis juga membeberkan beberapa bukti kuat yang menunjukkan Roro Fitria sebagai pembeli narkoba. "Hasil tes urine negatif, jadi terdakwa tak bisa dikenakan Pasal 127 karena bukan pengguna (tes urine negatif). Roro membeli dengan ada bukti transfer. Didukung bukti chat WA jadi (dikenakan) Pasal 114 Ayat 1 jo Pasal 132 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009," kata JPU Maidarlis.