Mengenang Saleem Iklim: Pelantun Suci dalam Debu yang Ngehits di Era 1990-an

Salem Iklim. (Istimewa - Instagram)
14 Oktober 2018 15:10 WIB Jafar Sodiq Assegaf Entertainment Share :

Solopos.com, KUALA LUMPUR - Saleem Abdul Majeed, mantan vokalis grup band Iklim asal Malaysia meninggal dunia pada hari ini, Minggu (14/10/2018). Pelantun hits Suci Dalam Debu itu mengalami kondisi yang cukup memprihatinkan beberapa waktu sebelum meninggal dunia.

Dilansir Mstar, Minggu (14/10/2018),  artis yang akrab disapa Saleem Iklim itu menghembuskan nafas terakhirnya di ruang perawatan instensif di Pusat Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia (PPUKM), Kuala Lumpur, pukul 6.20 waktu setempat. Saleem dirawat sejak 22 hari lalu akibat mengalami kecelakaan sepeda motor.

Saleem dikenal sebagai vokalis Iklim, band rock asal Malaysia yang sempat populer pada era 1990-an. Di bawah naungan SCS Record, Iklim resmi merilis album perdananya bertajuk Satu Kesan Abadi. Beberapa lagu dalam album tersebut sempat begitu populer, seperti Suci dalam Debu, Hakikat sebuah Cinta, dan Satu Kesan Abadi.

Iklim adalah sebuah grup musik dari Malaysia yang terbentuk pada tahun 1991. Grup musik ini menyayikan lagu-lagu Melayu bergenre slow rock. Album debut Iklim dirilis tahun 1993 di bawah label SCS Record, atau sekarang dikenal sebagai the Rock Record of Malaysia. Album Satu Kesan Abadi menjadi platinum and memunculkan beberapa singgel hit pada tahun 1991-1992.

Tak hanya di Malaysia, lagu Suci dalam Debu itu membuat Iklim dikenal sampai Indonesia dan Singapura. Sepanjang kariernya bersama Iklim, Saleem merilis delapan album studio: Satu Kesan Abadi (1990), Bulan Jatuh ke Riba (1991), Budi (1992), Iklim (1994), Bukan Niatku (1995), Salam Perpisahan (1996), Pergimu Satu Tanda (1998), Bunga Emas (2003).

Mengutip ECentral.my, Minggu, Iklim dibentuk di Terengganu pada tahun 1990, bermula ketika AM Salim Abdul Majeed, atau Saleem-Iklim, menunjuk beberapa teman untuk membentuk grup musik dan dia sendiri sebagai penyanyi utama. Pada awal tahun 1989, sebelum membentuk nama, Iklim sering mengadakan penampilan di klub malam (kafe) dan beberapa undangan eksklusif serta pesta pernikahan di negara bagian tersebut.

Pada tahun 1990, SCS Record, yang sekarang dikenal sebagai the Rock Record of Malaysia memberikan kepercayaan kepada Iklim untuk membuat rekaman album pertama mereka. Debut singgel pertama yaitu Suci Dalam Debu menjadi hit singgel puncak. Singgel lainnya adalah Hakikat Sebuah Cinta, Satu Kesan Abadi, Sandiwara Cinta Semusim Ammarah Bujang Kota dan Seribu Penghargaan yang menjadi terkenal di Malaysia dan Indonesia selama awal 1990-an.

Seperti diketahui, sebulan terakhir Saleem mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut setelah terlibat kecelakaan nahas di Bandar Mahkota Cheras, pada 12 September 2018. Saleem yang menunggangi sepeda motor diketahui ditabrak sebuah mobil dari belakang saat dalam perjalanan menuju sebuah supermarket di dekat rumahnya.

Akibat kecelakaan itu, 12 tulang rusuknya patah dan patahan tersebut menembus paru-paru sang rocker. Sebelum dipindahkan ke Pusat Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia, Saleem yang dalam keadaan koma sempat mendapat perawatan pertama di Ruang Perawatan Intensif Hospital Kajang.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Saleem akan dikuburkan di tempat pemakaman Islam Bandar Tun Hussein Onn Cheras, setelah salat zuhur sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau 12.00 WIB. Jenazahnya, telah disembahyangkan tadi pagi di Masjid As-Syakirin, Bukit Mahkota Cheras, Kuala Lumpur.

Universal Music Malaysia melalui Instagram juga melansir kabar ini, Minggu. “Al- Fatihah, seorang penyanyi legenda, Saleem Iklim, telah meninggalkan kita semua pagi tadi. Takziah kami ucapkan kepada seluruh ahli keluarga beliau. Sama-sama kita berdoa agar beliau senantiasa ditempatkan di kalangan orang-orang yang beriman. Semoga roh beliau dicucuri rahmat.”

Postingan Universal tersebut sempat diunggah kembali oleh penyanyi ternama Malaysia, Siti Nurhaliza. “Takziah buat seluruh ahli keluarga dan semoga arwah ditempatkan bersama insan-insan terpilih di sana. Alfatihah,” ujar Siti dalam unggahannya.