Fantastis! Honor Grup Band Panbers Setara 1 Unit Alphard

Personel Panbers, Asido Panjaitan (kiri) bersama Maxy Pandelaki (Chelin Indra Sushmita/Solopos.com)
28 Oktober 2018 10:00 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Menjadi penyanyi terkenal dan melegenda di Indonesia bukan perkara mudah. Perlu perjuangan dan kerja keras untuk mencatatkan diri dalam daftar penyanyi papan atas. Namun, grup musik Panbers berhasil menjadi salah satu yang populer dan legendaris di Indonesia.

Betapa tidak, grup musik yang dibentuk di Surabaya pada 1969 itu masih tetap eksis sampai sekarang. Meski sudah tidak komplit, empat personel Panbers yang tersisa, Asido Panjaitan, Isran Panjaitan, Hans Noya, dan Maxy Pandelaki, membentuk grup musik New Panbers untuk melanjutkan kiprah Panbers sepeninggal Benny Panjaitan pada 2017 silam.

"Abang saya, Benny Panjaitan, berpesan untuk melanjutkan Panbers. Jadi, kami melanjutkannya dengan membentuk grup musik New Panbers. Kami tambah dua anggota sebagai vokalis pengganti Benny Panjaitan, yakni Yohanes Darmawan dan Tigor Panjaitan," kata Asido Panjaitan, pentolan grup musik New Panbers, kepada Solopos.com, saat berkunjung ke Griya Solopos, Kamis (25/10/2018).

Bila mengenang masa jaya, dulu Panbers pernah menjadi salah satu band papan atas Tanah Air. Sejumlah lagunya yang digilai pencinta musik adalah Gereja Tua, Terlambat Sudah, Cinta dan Permata, dan masih banyak lagi. Berbagai tembang hits itulah yang membuat nama Panbers melejit hingga mendapat bayaran cukup tinggi.

Berbicara soal bayaran, personel Panbers lainnya, Maxy Pandelaki, mengatakan, jumlah honor yang diterima grup musiknya sekali pentas sekitar tahun 1973 cukup untuk membeli satu unit mobil mewah. "Waktu itu, sekitar tahun 1973 bayaran kami bisa buat beli mobil Corolla keluaran terbaru. Harganya sekitar Rp4 jutaan, di zaman itu. Corolla sudah termasuk mobil mewah. Kalau disamakan dengan sekarang ya mungkin setara Alphard. Cuma kan honornya dibagi banyak orang. Tapi, yang jelas honor kami bisa buat beli mobil," tutur Maxy Pandelaki.

Meski demikian, kini mereka berkarya bukan untuk mengejar materi. Bagi Asido Panjiatan dan Maxy Pandelaki, bermusik bersama New Panbers adalah panggilan jiwa. "Bagi saya, kalau enggak latihan badan rasanya sakit semua," terang Asido Panjaitan.

"Main musik itu bikin happy. Lebih senang lagi kalau kami bermusik bisa menjadi motivasi bagi generasi muda. Kalau dulu bermusik untuk uang, sekarang lebih kepada kepuasan batin," imbuh Maxy Pandelaki.