Gelar Festival Wayang, ISI Solo Siapkan 30 Lebih Pakeliran

Pagelaran wayang kulit. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
01 November 2018 20:55 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos,com, SOLO - Festival wayang dalam rangka Hari Wayang Dunia kembali digelar oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Mengusung tema Gebyar Wayang Jagad Mendalang: Strategi Pemajuan Kebudayaan, acara yang menginjak tahun keempat ini menjadi bagian dari pengembangan budaya daerah. 

Anggota Staf Humas ISI Solo, Esha Karwinarno, Rabu (31/10/2018), mengatakan acara digelar selama empat hari berturut-turut mulai Selasa-Jumat (6-9/11/2018) di Pendapa Ageng G.P.H, Joyokusumo. Acara akan diimulai dengan ruwatan massal pada Selasa, pukul 13.00 WIB – pukul 17.00 WIB. Empu Paripurna Bidang Seni Pedalangan ISI Solo, Ki Manteb Soedharsono, membuka ruwatan dengan pentas wayang lakon Murwakala. 

Selesai dengan serangkaian ruwatan, agenda dilanjutkan dengan parade wayang purwa. Setiap harinya dimulai pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 03.00 WIB. Pada hari terakhir, acara ditutup dengan orasi kebudayaan yang dilakukan oleh Empu Paripurna Bidang Teater Ki H.M. Syakirun, di Pendapa Ageng G.P.H. Joyokusumo. 

“Ada 30 lebih pakeliran wayang dengan berbagai jenis dan gaya pertunjukan. Di antaranya wayang gaya Surakarta, Yogyakarta, Banyumasan, dan Jawa Timuran. Disusul jenis wayang golek [Kebumen], wayang krucil [Kediri], wayang beber [Pacitan], wayang wahyu, wayang dupara, wayang dongeng, dan wayang parwa [Bali],” jelas Esha. 

 Sementara pada jam-jam tertentu digeber wayang inovasi seperti Wayang Boneka bersama Ki Trisno Santoso dengan lakon Di Atas Langit Masih Ada Langit, Wayang Nebus Kembar Mayang oleh Ki Sarwanto, Wayang Perjuangan oleh Ki Sunardi, serta Wayang Banjar oleh Grup Wayang Banjar Pepadi Pusat. Acara juga diisi dengan pameran di lobi Teater Besar Gendhon Humardani.

Sebelumnya, panitia menggandeng anak-anak TK dan Sekolah Dasar (SD) Solo untuk menyemarakkan pra event, di Lobi Teater Besar, Minggu (4/11/2018). Acara tersebut dimeriahkan dengan Wayang Dongeng Rumyangsari bersama Nyi Rumiyati Anjangsana (Jakarta), dengan lakon Ande Ande Lumut.