Maria Ozawa Ungkap Kejanggalan Saat Dipanggil Petugas Imigrasi

Maria Ozawa. (Istimewa - Instagram)
08 November 2018 04:10 WIB Newswire Entertainment Share :

Solopos.co, BALI - Mantan bintang film panas asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi, mengungkapkan kekecewaannya setelah sempat ditahan pihak Imigrasi Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada 6 November 2018. Kekecewaan itu diluapkannya lewat akun Instagram pribadinya, pada Rabu (7/11/2018).

Aku yakin, saat ini kalian tahu mengenai pengalaman mengerikan yang kualami di Imigrasi Bali, kemarin (6/11/2018), sekitar pukul 23.00 WITA hingga 03.00 WITA (7/11/2018),” kata Miyabi membuka unggahannya.

Miyabi kemudian menjelaskan, kedatangannya ke Bali untuk memenuhi undangan ulang tahun sang sahabat, Barbie Nouva. “Ketika pesta selesai, dua orang pria tiba-tiba muncul dan menghampiriku. Mereka memperkenalkan diri sebagai petugas imigrasi dan perlu untuk mengecek pasporku,” ujarnya.

Aku tak punya pilihan selain menunjukkan pasporku kepada mereka. Tapi kemudian mereka membawa pergi pasporku tanpa mengatakan sepatah katapun!!! ITU MEMBUAT KAMI PANIK. Akhirnya pesta dibatalkan dan aku langsung pergi ke kantor imigrasi,” kata Miyabi.

Dari petugas imigrasi Miyabi mengetahui bahwa seseorang yang berada di pesta ulang tahun itu melaporkannya kepada petugas imigrasi. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Miyabi akan menjalankan bisnis di Bali. “Orang itu menyampaikan kebohongan, rumor, atau apapun untuk membuatku terjerat masalah,” paparnya.

Setelah menjalani pemeriksaan selama 2 jam -yang disebut Miyabi sebagai sesuatu yang tak masuk akal, petugas imigrasi meminta dirinya untuk menandatangani secarik kertas. Miyabi mengaku, berkali-kali meminta petugas imigrasi untuk mengembalikan paspornya. “Mereka (petugas imigrasi) mengatakan betapa TERKENALNYA aku di Indonesia. Dan ketika aku keluar dari kantor imigrasi, mereka memintaku untuk berfoto bersama. Itu seperti, seriously?”

Lebih lanjut Miyabi mencurigai pihak imigrasi mengarang cerita hanya demi bisa selfie bersamanya. “Semua ini begitu janggal. Aku senang aku dikenal baik di sana, tapi Indonesia perlu berubah. Apa yang mereka lakukan menghapus imej baik orang Indonesia,” katanya.

Dalam penutup unggahannya, Miyabi mengatakan, “Berhenti memperlakukan tak menyenangkan setiap kali aku mengunjungi Indonesia. Aku perlu privasi. Bangunlah Indonesia, aku tahu kalian lebih baik dari ini.”

Seperti dilansir Okezone, Rabu, Maria Ozawa diperiksa Kantor Imigrasi Denpasar, Bali, atas dugaan penyalahgunaan izin tinggal di Indonesia. Dugaan tersebut diperkuat dengan keberadaan flyer bergambar Maria Ozawa dan Barbie Nouva dalam balutan bikini dan penjelasan tentang pesta di atas kapal. Pesta ulang tahun itulah yang kemudian diasumsikan sebagai pesta esek-esek.

Kasus itu kemudian ditengahi oleh Teodorus Simarmata, Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Dalam keterangannya, Teodorus menegaskan, tak ada masalah dengan hasil pemeriksaan Ozawa.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa pemeriksaan itu dilakukan setelah pihaknya menerima laporan warga sekitar. “Jadi kantor imigrasi setempat menerima laporan masyarakat, lalu ditindaklanjuti oleh petugas. Dia dicek dokumen-dokumennya dan tak ditemukan pelanggaran. Saat ini, yang bersangkutan sudah kembali ke negaranya,” kata Teodorus lewat sambungan telefon.

Sumber : Okezone