Demi Hidupkan Suzzana, Luna Maya Dirias 6 Jam

Pemeran film, Luna Maya (tengah), Asri Welas (kedua dari kiri), Teuku Rifnu Wikana (ketiga dari kanan), dan Kiki Narendra (kiri), berbagi pengalaman syuting saat meet and greet film Suzzanna Bernapas dalam Kubur di Transmart, di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Minggu (25/11 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
26 November 2018 05:21 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO - Kru dan artis film Suzzana: Bernafas dalam Kubur masih getol menggelar meet and greet meski telah merebut 2,2 juta penonton selama 10 hari tayang. Hingga akhir bulan ini mereka menyelesaikan perjalanan promosi ke berbagai wilayah di Jawa. Selebihnya, dilanjutkan ke Pulau Sumatra dan Kalimantan pada Desember mendatang. Saat meet and greet di Transmart Solo, Minggu (25/11/2018), mereka mengajak Luna Maya (pemeran Suzzana), Rifku Wikana, Kiki Narendra, dan Asri Welas.

Acara tersebut menyedot perhatian ratusan penonton dan pengunjung pusat perbelanjaan tersebut. Selain tertarik dengan filmnya, mereka mengaku penasaran dengan Luna Maya. Salah satunya Fatimah Harwatiningsih, 25, yang menunggui Luna saat studio visit di Bioskop CGV. Sebagai penikmat film horor, perempuan asal Solo tersebut memuji akting Luna saat memerankan Suzzana.

Menurut dia akting Luna hampir tanpa cela. Mulai riasan fisik, gestur, hingga suara tawa sama persis dengan mendiang Suzzana saat memerankan film tersebut puluhan tahun lalu. “Saya kebetulan juga penikmat film Suzzana saat masih kecil. Peran Suzzana-nya beneran mirip. Luna berhasil meniru pemeran aslinya mulai gestur hingga suara tawanya. Ya enggak rugi kalau katanya sampai mendatangkan perias dari Rusia,” terang Fatimah yang menonton Suzzana: Beranak dalam Kubur pada Minggu siang.

Prostetik

Pujian untuk Luna juga datang dari Production House (PH) Soraya Intercine Films sebagai pembuat sekaligus pemilik lisensi film lamanya. Public Relation Officer Soraya Intercine Films, Ijal, di sela-sela meet and greet mengakui totalitas Luna dalam film ini. Mereka shooting hampir dua bulan di Jakarta. Dimulai setiap pukul 18.00 WIB hingga dini hari. Setiap hari, Luna, harus sudah bersiap- siap mulai pukul 15.00 WIB untuk dirias dengan konsep make up prostetik agar mirip dengan Suzzana.

Prosesnya memakan waktu hampir enam jam dan baru boleh dihapus setelah delapan jam kemudian. Belum ditambah dengan rambut palsu tebal serta kostum putih yang cukup berat saat ia memerankan sundel bolong. “Luna melakoninya selama dua bulan penuh. Make up sangat tebal selama enam jam dan baru boleh dihapus setelah delapan jam. Ganti kostum sundel bolong yang berat, memakai rambut palsu. Dan dia bisa melakoni semuanya,” kata Ijal.

Profesionalitas Luna memang sudah diprediksi sejak awal. Saat memulai wacana project remake dua tahun lalu tim Soraya langsung membidik Luna Maya. Ia disebut cukup mirip dengan mendiang Suzzana dari segi bentuk muka dan mata. Ditambah track record keberhasilannya memerankan sejumlah film horor.

Pujian untuk Luna juga terdengar dari ungkapan rekan sesama artis, Rifku Wikana, saat meet and greet Minggu. Pemeran tokoh antagonis tersebut bahkan meminta penonton yang hadir tepuk tangan sekeras-kerasnya untuk pemilik brand Luna Habit itu. Luna disebut rela gonta ganti kostum, make up tebal yang membuatnya susah bernafas dan makan selama delapan jam, hingga di kubur bersama belatung hampir setiap hari.

“Kalau dibilang siapa yang paling total. Mari tepuk tangan semua untuk Luna Maya. Dia benar-benar total dalam film ini,” kata pemenang Piala Citra untuk kategori pemeran pria terbaik dalam film Night Bus (2017) ini.

Luna yang duduk tepat di samping Rifku tampak tersenyum tipis menanggapi pujian itu. Namun ia tak mau meremehkan kerja keras kru dan artis lain. Luna menegaskan semua aktor dan kru punya peran penting dalam film Suzzana: Bernafas dalam Kubur. Ada aktor yang bertugas menghidupkan scene komedi, drama, maupun mistis. Ia mengklaim film barunya sebagai paket lengkap yang berisi kisah seram, drama, dan candaan agar tak monoton. “Kalau soal ritual sebelum shooting ya seperti lainnya, saya istirahat cukup, tidur cukup, dan baca naskah,” kata dia saat ditanya soal persiapan sebelum maraton shooting.