Menghanyutkan, Pesona Marcell di Panggung Jaz Mangkunegaran

Penyanyi Marcell Siahaan menutup road to Mangkunegaran Jazz Festival 2019 di Lapangan Pamedan Pura Mangkunegaran, Minggu (25/11/2018) malam. (Istimewa - Dokumen MLDSPOT/ Mangkunegaran Jazz Festival)
26 November 2018 20:09 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO - Waktu menunjukkan pukul 22.30 WIB ketika pemandu acara memberi tanda kemunculan penyanyi Marcell Siahaan di road to Mangkunegaran Jazz Festival 2019, di Lapangan Pamedan Mangkunegaran, Minggu (25/11/2018). Lagu milik Coldplay berjudul Adventure of a Lifetime mengawali pentas. Tempo yang biasanya cepat diaransemen ulang menjadi lebih lambat dengan sentuhan musik jaz. Menyatu dengan eksotisme bangunan lawas Gedung Kavaleri Mangkunegaran yang menjadi latar pentas.

Suasana yang sebelumnya agak tenang perlahan memanas, seiring kehadiran Marcell yang terlihat bersemangat. “Apa kabar semua? Sudah menyiapkan kameranya semua untuk merekam malam ini?” kata dia membuka pembicaraan.

Marcell yang mengenakan setelah jas biru muda malam itu langsung melagukan lirik Adventure of a Lifetime. Sembari memancing penonton agar ikut menyanyikan nomor terbaik Coldplay yang banyak memamerkan eksplorasi elemen gitar tersebut. Tak berhenti pada grup musik yang baru merilis film dokumenter itu, ia juga membawakan hits andalan Maroon 5 pada repertoar kedua.

Tensi penonton mulai meninggi saat mantan suami Dewi Lestari ini menggeber lagu-lagu andalannya di sepanjang pentas. Sebut saja Firasat, Semusim, Jangan Pernah Berubah, dan Takkan Terganti yang populer di era 2012-an. Saat mendengarkan deretan tembang hits tersebut semua penonton spontan kor bersama. Marcel yang merasa tersanjung langsung mengarahkan mikrofon ke penonton sembari komat-kamit melanjutkan lirik. “Wah luar biasa. Terima kasih atas apresiasi kalian semua,” puji dia.

Musikus Soloraya

Festival yang diselenggarakan para generasi muda Keluarga Mangkunegaran bekerja sama dengan MLDSPOT tersebut tak hanya diisi oleh Marcell. Sejak sore deretan musikus Soloraya telah lebih dulu memanaskan acara. Sebut saja JB Project, Warisan Jams, Bossa Movement Trio, dan Meltic.

Di pertengahan acara beberapa musikus menyuguhkan eksplorasi musik jaz dengan budaya lokal. Seperti komposisi jaz dengan musik beridiom Bali, dan Kalimantan yang ditampilkan Smara Tantra. Disusul pentas tari ciptaan Adicipta Paundrakarna.
Sebelum seremonial penutupan, para pemuka agama yang mewakili semua keyakinan di Indonesia naik ke panggung. Mereka membacakan doa demi kedamaian Bumi Indonesia.

“Pentas ini terbuka untuk semua orang. Biasanya Mangkunegaran kan menampilkan pentas tradisi, ini tidak. Ini sebagai bagian dari upaya kami untuk lebih mendekatkan diri dengan generasi sekarang, milenial, bahwa seni tradisi itu juga bisa menyatu dengan yang kekinian. Acara utamanya tahun depan, tunggu saja ya,” kata Co Founder Mangkunegaran Jazz Festival 2019, G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo, Jumat (16/11/2018).