Membangun Nasionalisme Lewat Lomba Keroncong Tingkat Jawa Tengah

Orkes Keroncong (OK) Wong Pitu dari Salatiga turut memeriahkan lomba keroncong tingkat Jawa Tengah dan DIY yang diselenggarakan Kecamatan Laweyan dan Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (HAMKRI) Solo di Pendhapi Gedhe Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jumat (30/11 - 2018) malam. (Solopos/Ika Yuniati)
02 Desember 2018 20:34 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO - Tembang Keroncong Lambaian Sang Merah Putih dinyanyikan berulang hingga 16 kali dalam Lomba Keroncong tingkat Jawa Tengah dan DIY di Pendhapi Gedhe Balai Kota Solo, Jumat (30/11/2018) malam. Deretan liriknya yang menggambarkan kibaran Bendera Merah Putih menggetarkan nasionalisme dibawakan Orkes Keroncong (OK) Wong Pitu asal Salatiga yang mendapat urutan ketiga malam itu.

Tak hanya Lambaian Sang Merah Putih, orkes keroncong yang dipimpin oleh Mara Asmara ini juga menyanyikan Tembang Pahlawan karya Budiman BJ pada repertoar kedua. Dibawakan oleh para musikus muda dan senior, mereka menaikkan tensi penonton dengan penampilan yang penuh energik.

Meski tak pulang membawa hadiah, Mara, mengaku bahagia bisa terlibat dalam lomba tingkat Jateng- DIY tersebut. Baginya, kompetisi keroncong merupakan ajang bergengsi untuk menantang diri sendiri dan menaikkan kompetensi. Apalagi hampir lima tahun terakhir lomba serupa jarang digelar.

“Sebelumnya Hamkri Jawa Tengah pernah menggelar tapi ini sudah lama enggak ada. Yang paling sering ya Solo. Padahal lomba seperti ini sangat penting. Sebagai ajang melihat potensi diri sekaligus silaturahmi. Membangun nasionalisme juga ini,” kata dia.

Selesai dengan kedua repertoarnya, Wong Pitu turun panggung. Digantikan penampil lain yang juga membawakan dua tembang bertema pahlawan. Mereka didukung para musikus muda usia sekolah dasar (SD) hingga senior yang lebih dari 50 tahun.

Camat Laweyan Endang Sabar di sela-sela acara mengatakan total ada 18 peserta yang mendaftar. Namun hanya 16 yang ikut pentas. Dengan rincian empat dari DIY, empat Solo, dan delapan Jawa Tengah. Berdasarkan hasil penilaian dari tim dewan juri, Juara I diraih oleh OK KIR Brothers (Kadipiro-Solo), Juara II OK Cendana (Pasar Kliwon-Solo), dan Juara III OK Flamingo (Jogja).

Meski ada dua yang mundur, Endang, mengaku bersyukur agenda lomba yang didukung Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (Hamkri) Solo tersebut bisa terlaksana hingga tahun kelima. Tahun depan, mereka berencana menaikkan level hingga tingkat nasional. “Awalnya kami menggelar tingkat kecamatan, tingkat kota, tingkat Jawa Tengah, sampai DIY dan Jateng ini. Semoga tahun depan bisa nasional,” kata dia.

Upaya menghidupkan panggung keroncong ini, kata Endang, juga digiatkan di wilayah internalnya. Hampir semua kelurahan di Kecamatan Laweyan memiliki kelompok keroncong. Semuanta diberi panggung setiap bulan di Pendhapa Sriwedari. “Kami ada 12 kelurahan. Setiap bulan wajib pentas di Pendhapa Sriwedari dengan jatah per bulan. Jadi setahun bergilir ada 12 kali pentas,” tambahnya.