Dua Pekan di Puncak Box Office, Ini Sinopsis Ralph Breaks The Internet

Wreck it Ralph 2. (Istimewa)
06 Desember 2018 05:45 WIB Rayful Mudassir Entertainment Share :

Solopos.com, LOS ANGELES - Alur cerita dan perilaku dunia maya yang cukup mencengangkan mungkin bisa memaksa mata penonton terus menyaksikan Ralph Breaks The Internet. Selain kisah dua sahabat di dunia gim, film ini menampilkan bagaimana internet bekerja bersama petualangan Ralph dan Venellope.

Ralph Breaks The Internet merupakan sekuel dari film Wreck It Ralph yang rilis pada 2012. Jika sebelumnya menceritakan tentang usaha Ralph (John C. Reilly) mengubah karakter diri dari jahat menjadi lebih disukai oleh banyak orang, kali ini cerita ini semakin kompleks bersama sahabatnya Venellope menjelajah internet.

Sejak bertemu dengan Venellope von Schweetz (Sarah Silverman), keduanya kian sering bertemu. Mereka bak sejoli, saling membantu satu sama lain saat sedang dalam masalah.

Satu kali, Venellope yang menjadi putri dalam gim balap Candy Rush, bosan dengan jalan yang selalu dilintasi saat balapan. Dia membutuhkan suasana baru karena kerap kali menang dengan mudah. Ralph yang mengetahui hal itu membuka lintasan baru di tengah balapan. Venellope menyambut usaha itu dengan antusias.

Asik mengemudi di lintasan baru rupanya tidak sejalan dengan keinginan seorang bocah yang memainkan gim itu. Hal ini menyebabkan setir yang dipegang si bocah copot dari mesin gim karena memaksa untuk mengendalikan balapan.

Melihat kejadian itu, pemilik toko gim keluarga, Arcade yang menyediakan gim itu berencana menjual Candy Ruch akibat rusak. Venellope mendengar hal itu merasa terancam. Jika tidak diperbaiki, dia bersama seluruh pemain lain dalam gim itu akan hilang dari dunia gim selamanya.

Sebagai bentuk permintaan maaf, Ralph bersama Venellope berusaha menjelajah internet dengan memanfaatkan sambungan reuter Wi-Fi. Tujuannya untuk mencari setir kemudi Candy Ruch agar dikirim ke toko Arcade milik Litwaks (Ed O`Neill). Mereka sekaan menjelajah dunia baru, jauh dari gim Candy Rush atau Wreck It Ralph yang kian usang dan populer di 1990-an.

Dari sini, seluruh dunia internet digambarkan cukup menarik dan mudah oleh sutradara Rich Moore dan Phil Johnston. Boleh jadi kesuksesan film Zootopia garapan keduanya pada 2016 menular dalam film ini dengan sajian sinematograpi apik dan penuh dengan percakapan humor.

Kecerdasan Rich dan Phil menampilkan dunia internet bukan isapan jempol belaka. Secara gamblang mereka menggambarkan bagaimana kecepatan dunia gim, bagaimana iklan pop up di internet mengganggu seluruh penguna, wujud pelindung atau antivirus hingga tampilan mesin pencarian yang suka menebak apa saja pertanyaan pengguna internet.

Jangan heran jika Anda menyaksikan berbagai nama-nama platform ternama di internet seperti Google, Amazon hingga Snapchat dalam bentuk gedung-gedung tinggi. Hal ini sebagai penggambaran untuk platform-platform besar selama ini. Tidak hanya itu, bagaimana dunia bawah tanah memperjual belikan virus mematikan juga disampaikan secara ciamik.

Pantas saja, dengan kisah menarik, animasi 3 dimensi produksi Walt Disney ini memperoleh pendapatan kotor senilai US$120,2 juta atau sekitar Rp1,73 triliun (kurs Rp14.424 per dolar) secara domestik selama dua pekan sejak rilis 21 November 2018 berdasarkan Box Office Mojo.

Dengan bujet produksi mencapai US$170 juta atau sekitar Rp2,52 triliun agaknya sudah memberikan angin segar untuk Disney sebab film ini masih memasuki pekan kedua. Belum lagi dengan pendapatan jumlah penonton secara internasional, Disney boleh saja bersiap meraup untung dengan segera.

Ralph Breaks The Internet turut menampilkan beberapa karakter putri atau princess yang lebih dulu hadir dalam garapan Walt Disney seperti Snow White, Rapunzel, Elza Frozen hingga Little Mermaid. Jangan heran penonton sedikit bernostalgia dan menebak masing-masing putri-putri dalam film masa lalu.

Film berdurasi 1 jam 52 menit ini masih menjadi pemuncak box office mengalahkah Creed II di posisi kedua dan DR. Seuss The Grinch posisi ketiga serta Fantastic Beast The Crimes of Grinderwald di posisi keempat pekan ini. Situs Imdb juga memberikan nilai 7,6 untuk petuangan dua sahabat ini.

Namun, aksi Ralph dan Venellope masih kalah dibanding film terlaris sepanjang masa Walt Disney yaitu Frozen dengan total pendapatan kotor domestik mencapai US$400 juta atau sekitar Rp5,76 triliun (2013) dan Zootopia senilai US$341,2 atau sekitar Rp 4,92 triliun (2016).

Selain John dan Sarah, sejumlah pengisi suara lainnya turut dilibatkan seperti Taraji P Henson, Alfred Molina, Alan Tudyk, Jack McBrayer, Jane Lynch hingga Gal Gadot. Bagaimanapun animasi keluarga ini agaknya akan menghibur Anda dan mengetahui lebih jauh tentang dunia internet bersama si besar Ralph dan si mungil Venellope.