Anji Manji: Artis yang Berpolitik Harusnya Musisi

Anji Manji (Instagram/duniamanji)
06 Desember 2018 15:30 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Musisi papan atas Indonesia, Anji Manji, mendadak membuat heboh dengan pernyataannya tentang artis yang menjajal peruntungan di panggung politik. Menurutnya, artis yang berpolitik semestinya musisi.

Saat ini, fenomena artis yang terjun ke dunia politik menjadi hal lumrah. Bahkan, beberapa artis berhasil menduduki posisi strategis di kancah politik. Melihat hal tersebut, musisi bernama asli Erdian Aji Prihartanto menyatakan yang layak masuk ke dunia politik adalah seorang musisi. Mengapa demikian?

Melalui laman Instagram pribadinya, @duniamanji, Kamis (6/12/2018),  Anji Manji menjelaskan berbagai alasan di balik pernyataannya yang membuat kehebohan itu. "Artis yang berpolitik harusnya musisi. Musisi sering keliling Indonesia, bertemu banyak orang. Menyerap banyak informasi. Mempelajari bermacam keadaan sosial. Bagaimana mau memperjuangkan kepentingan rakyat kalau jarang bertemu orang banyak? Tapi, musisinya harus yang hits. Yang sering manggung. Kalau enggak, ya enggak juga," terang Anji. 

Menurut Anji Manji, materi kampanye seorang penyanyi tentu bakal lebih mengasyikkan. Sebab, musisi hits punya lagu hits masing-masing yang bisa dinyanyikan. Jadi, kharisma seorang musisi bakal terpancar kuat. Meski demikian, Anji Manji mengatakan jika pernyataan tersebut hanya guyonan semata. "Postingan ini bercanda aja. Walaupun kalau dipikirkan ada benarnya juga," sambung dia.

Pelantun tembang Dia tersebut ternyata enggan maju sebagai calon legislatif. Dia merasa belum tentu bermanfaat bagi orang lain. "Sebagai politisi saya belum tentu bisa bermanfaat buat banyak orang. Sekarang sebagai musisi dan kreator rasanya bisa lebih bermanfaat," tutup Anji.

Pernyataan Anji Manji tak pelak mengundang beragam respons dari warganet. Ada beberapa yang sependapat dengan Anji Manji. Mereka meminta Anji Manji tidak ikut terjun ke dunia politik. "Saran mas, kalau bisa sampai kiamat jangan ikut jadi politikus. Kalau masih UUD adopsi Belanda dan budaya korupsi sebagai ideologinya," komentar @qanthura_.

"Manji nyanyi aja. Jangan nyaleg. Kalau mau nyalon ke salon aja," sambung @aiiupuspitaa.

"Kalau gue bilang sih. Artis boleh, tapi harus cerdas. Kalau dia cerdas, mau apapun dia pasti punya bahan yang bisa dibicarakan ketika kampanye. Lagu-lagu cuma aksesori doang. Emang politik sekadar hiburan doang? Kagak sependek itu bang," imbuh @wijono.wijono.