SOLOPOS.COM - Gulfem Hatun dalam serial Muhtesem Yuzyil atau Abad Kejayaan Antv (Tune.pk)

Abad Kejayaan Antv menampilkan sosok Gulfem.

Solopos.com, SOLO — Dalam serial kolosal Abad Kejayaan Antv atau Muhtesem Yuzyil, dimunculkan karakter Hurrem Sultan dan Mahidevran. Tidak banyak sumber sejarah yang menyebut wanita idaman lain Suleiman, yaitu Gulfem.

Promosi Mali, Sang Juara Tanpa Mahkota

Di serial Abad Kejayaan Antv, Gulfem digambarkan sebagai pelayan pribadi Hatice Sultan atau Khadija. Namun begitu, sebagaimana Solopos.com himpun dari pelbagai sumber, Selasa (7/4/2015), Gulfem Hatun masuk sebagai salah satu istri Suleiman I, setelah Mahidevran dan Hurrem Sultan.

Tercatat dalam sejarah, hubungan Suleiman dan Gulfem Hatun menghasilkan seorang putra bernama Sehzade Murad. Namun, Murad dikabarkan meninggal di usia dua tahun karena penyakit cacar.

Gulfem sendiri dikisahkan seorang sejarawan Ottoman, Yilmaz Oztuna, menikah dengan King Suleiman pada 1511. Sementara itu, menurut sejarawan lain, Leslie P. Pierce, Gulfem adalah pelayan di istana dengan gaji tinggi, pada masa kepemimpinan Suleiman.

Dalam Prasasti Ottoman, Gulfem disebut sebagai Hatun binti Abdllah yang artinya Putri Abdullah. Namun, di makam Gulfem, tertulis Hatun binti Abdurrahman. Menurut para sejarawan, ada kemungkinan Gulfem adalah putrid dari seorang lelaki Kristen yang masuk Islam.

Ada sejarah Ottoman yang menyebut nama asli Gulfem sebagai Sisilia atau Rosalina. Bahkan, menurut salah satu keturunan Mahidevran, Saide Perizat Temrukoglu, Gulfen bernama asli Ayse dan putri dari keluarga Albania.

Kematian Gulfem
Ada sumber sejarah Ottoman yang menyebut, kematian Gulfem karena dijebak seseorang yang tidak menyukainya. Istri Suleiman I yang lain merasa iri kepada Gulfem karena Gulfem dekat dengan sang raja. Saat Gulfem membangun satu kompleks masjid di Uskudar, ia mengalami kekurangan dana.

Kekurangan dana ini membuat Gulfem berusaha mencari pinjaman dari istri lain Suleiman I. Sayang, tidak ada yang mau memberi pinjaman uang kepada Gulfem. Namun, ada seseorang yang menawarkan diri memberi pijaman Gulfem, asal diperbolehkan menghadap raja.

Menurut sejarah Ottoman, Gulfem menyetujui penawaran seseorang yang berniat menjebak Gulfem tersebut. Kedatangan seseorang yang tidak disebutkan dalam sejarah tersebut membuat Suleiman I marah.

Gulfem terkena dampak dari kecerobohannya. Gulfem diperintahkan pindah dari istana, namun keesokan paginya, mayat Gulfem ditemukan di kamar. Pembangunan masjid di Uskudar pun dilanjutkan Suleiman I.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya