SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

JOGJA—Kesenian kethoprak thek thek yang sempat ditinggalkan, kembali dihidupkan di Kelurahan Gunung Ketur, Pakualaman, Jogja mulai tahun lalu. Langkah itu dilakukan untuk mendukung terwujudnya kampung wisata di Kecamatan Pakualaman.

Lurah Gunung Ketur, Eni Purwati menjelaskan, kethoprak thek thek merupakan potensi daerah yang ada sejak lama. Kethoprak thek thek berbeda dengan kesenian kethoprak pada umumnya. Kesenian ini diiringan musik dari bambu seperti kenthongan, dengan cerita rakyat dan kisah kehidupan sehari-hari.

Promosi Semarang (Kaline) Banjir, Saat Alam Mulai Bosan Bersahabat

Menurut Eni, warga kini sudah berlatih secara rutin pada Kamis malam. Sebelumnya alat musik thek thek dipinjami salah satu warga. Namun setelah menerima bantuan Pemkot sebesar Rp3 juta, paguyuban seni sudah mampu membeli sendiri.

Eni menambahkan, potensi wisata lain di Gunung Ketur adalah batik tulis, blusukan kampung dan gedung bersejarah Kadipaten Pakualaman.

“Kalau untuk batik tulis kami sudah kerja sama dengan perajin batik yang ada di kampung, sedangkan untuk akses ke Kadipaten kami masih mengusahakan,” jelasnya, Kamis (31/5).(ali)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya