SOLOPOS.COM - Anak pendiri Srimulat Eko Saputro alias Koko. (Tangkapan layar YouTube Espos Indonesia)

Solopos.com, SOLO-Peran pembantu dalam penampilan Srimulat justru memegang peranan penting. Karena itu tidak semua pelawak bisa memerankan karakter ini.

“Dibutuhkan orang yang dinilai spesial, ia punya nilai jokes yang tinggi, dia harus bisa monolog, dia harus bisa pegang benang merah cerita, dan dia harus bisa mengumpan semua pemain yang keluar. Dia kalai di wayang seperti Punakawan, dia itu ngemong [menjaga], menjaga ritme permainan. Makanya kalau di Srimulat itu seseorang yang sudah di-casting menjadi pembantu itu pangkatnya paling tinggi, gajinya paling tinggi,” papar anak pendiri Srimulat Eko Saputro alias Koko dilansir dari YouTube Espos Indonesia, Jumat (15/9/2023).

Promosi Liga 1 2023/2024 Dekati Akhir, Krisis Striker Lokal Sampai Kapan?

Dalam Srimulat peran pembantu ini ternyata dipegang oleh Gepeng, Basuki, Timbul, dan Asmuni setelah era mereka selesai peran pembantu ini dipegang oleh Mamiek dan Polo. Hal ini lantaran mereka dinilai layak memerankan karakter tersebut.

Karena keluwesannya dalam membawakan cerita dan memberikan jokes yang dapat membangkitkan suasana. Peran pembantu ini merupakan peran yang paling sibuk karena kerap kali keluar selama tampil.

“Kalau pas kosong lagi blank itu dia harus bisa menghidupkan suasana,  dia bisa monolog dan bisa memainkan apa namanya setiap pemain yang membawa
jokes sendiri dia harus bisa nimpali ada,” tuturnya.

Bahkan menurutnya peran pembantu dalam Srimulat sebenarnya paling berat karena dia harus keluar dari awal sampai terakhir. “Umpamanya nih dia keluar duluan dia monolog harus menciptakan suasana yang udah ini kemudian udah ngangkat gitu nanti ada tamu ada pemain kedua datang dia harus bisa interaksi. Lalu ada majikannya keluar lagi bisa interaksi dengan permasalahan yang berbeda itu harus bisa gitu. Jadi kalau bisa dibilang effort pembantu dalam Srimulat ini cukup tinggi,” ujar Koko mencontohkan.

Selain bicara masalah peran pembantu dalam lawakan Srimulat, Koko juga membahas tentang maskot grup lawak legendaris tersebut. Selama ini publik hanya mengenal Gepeng sebagai maskot.

“Gepeng itu salah satu maskot Srimulat yang terakhir sebelum Srimulat membubarkan diri, sebelum secara official, secara panggung. Gepeng merupakan maskot terakhirnya Srimulat makanya yang dikenang itu dan di era itu yang paling sering masuk TV Gepeng yang jadi maskotnya, makannya dia naik,” kata Koko.

Ternyata sebelum Gepeng banyak sekali maskot-maskot Srimulat dari beberapa cabang yang didirikan Srimulat dibeberapa daerah, namun setelah Srimulat berada di Jakarta maskot Srimulat secara nasional adalah Gepeng.  “Untuk era 1970-an itu ada Paimo, setelah Paimo ada Bambang Gentolet,” ujar Koko mencontohkan.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya