Dua Seniman Solo, Eko Supriyanto dan Rahayu Supanggah Jadi Ikon Berprestasi

Eko Supriyanto, seniman asal Solo yang baru saja menerima penghargaan sebagai salah satu Ikon Berprestasi. (Istimewa - Dokumentasi Eko Supriyanto)
24 Agustus 2017 21:01 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Dua seniman Solo, Eko Supriyanto dan Rahayu Supanggah baru saja mendapat penghargaan pemerintah sebagai Ikon Berprestasi.

Solopos.com, SOLO-Dua maestro seni asal Solo, Eko Supriyanto dan Rahayu Supanggah menjadi Ikon Berprestasi Indonesia dalam bidang budaya. Mereka dipilih bersama 72 ikon teladan dan berprestasi lainnya yang diselenggarakan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Penghargaan diserahkan secara langsung dalam acara Festival Prestasi lndonesia 2017 selama dua hari, 21-22 Agustus 2017.

Festival tersebut sebagai bagian dari perayaan HUT Ke-72 Republik Indonesia untuk merawat optimisme Pancasila dan memperkenalkan putra putri terbaik bangsa di berbagai bidang kehidupan. Sejumlah tokoh hadir dalam acara ini di antaranya Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang. 72 Ikon Berprestasi merupakan penghargaan pertama Eko dari pemerintah.

Sebelumnya koreografer multitalenta ini telah mendapatkan sejumlah penganugrahan bergengsi dari instansi atau lembaga swasta di dalam maupun luar negeri.

Saat diwawancara Solopos.com, Kamis (23/8/2017), ia mengatakan ada beberapa seniman besar lain yang juga mendapat penghargaan di bidang budaya. Mereka di antaranya Wregas, Putu Wijaya, Nyoman Nuarta, Franky Raden, Nano Riantiarno, Zainal Peta, dan Garin Nugroho.

“Saya terkejut saja kok tumben pemerintah memberi penghargaan ini ke saya. Bangga dan bersyukur juga akhirnya pemerintah hadir buat para-para yang berprestasi walau sebetulnya kita kaya banget dengan manusia Indonesia yang berprestasi atau masih banyak lagi,” kata dia.

Tak ingin membuat target berlebihan, ke depan Eko, ingin konsisten berkarya dengan menggaungkan nama besar Indonesia. Mengingat masih banyak kekayaan alam dan budaya Nusantara khususnya Indonesia Timur yang belum tereksplorasi dengan baik. Saat ini sedang memulai riset dan berkarya di Belu Atambua, bekerjasama dengan ISI Solo untuk Kilau Likurai Belu. Ia juga sedang menyelesaikan riset karya kontemporer berjudul Body of Border untuk 2019. Sebelumnya Eko sukses membuat karya tari yang terinspirasi kebudayaan Jailolo keliling dunia.

[caption id="attachment_845816" align="alignnone" width="179"]http://images.solopos.com/2017/08/rahayu.jpg">http://images.solopos.com/2017/08/rahayu-179x320.jpg" alt="Rahayu Supanggah (istimewa/dokumentasi Eko Supriyanto)" width="179" height="320" /> Rahayu Supanggah (istimewa/dokumentasi Eko Supriyanto)[/caption]

Sementara itu bagi sang maestro gamelan, Supanggah, ini merupakan penghargaan kesekian yang diberikan pemerintah. Pada 2010 ia mendapat anugrah tertinggi dalam bidang seni budaya oleh Presiden Republik Indonesia yaitu bintang Parama Budaya.

Pada 2015 ia kembali mendapat penghargaan bidang kekaryaan intelektual luar biasa dari delapan kementerian yaitu Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia, Menteri Ekonomi dan Perdagangan, Menteri Pertanian, serta Menteri Komunikasi dan Informasi.