KPI Keluarkan Peringatan Tertulis untuk Sinetron Azab

Cuplikan adegan sinetron bertema azab (Youtube)
21 Oktober 2018 13:30 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Sinetron Indonesia terus mengalami perkembangan baik dalam berbagai sisi. Salah satu hal yang paling banyak disoroti adalah alur cerita masing-masing sinetron tersebut. Dulu, sinetron bertema cinta dan keluarga cukup digemari. Namun, belakangan ini sinetron tersebut mulai tergantikan dengan genre baru yang berbau religi.

Sinetron religi tentang azab yang diterima orang jahat dan ganjaran bagi orang baik mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. Sinetron berbau agama tersebut mulai banyak ditayangkan di stasiun televisi swasta Tanah Air.

Sayangnya, beberapa alur cerita sinetron azab tersebut dianggap tidak masuk akal dan sama sekali tidak mendidik. Coba saja perhatikan judul sinetron azab yang tayang di televisi. Imajinasi tim kreatif membuat sinetron tersebut terkesan aneh dan tidak masuk akal.

Menanggapi hal itu, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pun angkat bicara. Komisioner Bidang Pengawasan Isi Siaran KPI, Mayong Suryo Laksono, mengatakan, pihaknya telah menerima aduan terkait program televisi yang menayangkan konten azab.

"Kami menerima sejumlah aduan dari masyarakat. Kalau ada potensi pelanggaran kami bahas dan kalau melanggar kami jatuhi sanksi," kata Mayong dalam siaran pers yang dikutip Solopos.com dari laman resmi KPI, Minggu (20/10/2018).

Selama ini KPI sebenarnya telah memberikan peringatan tertulis terhadap sejumlah tayangan televisi yang dianggap melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS). Seperti sinetron Azab Indosiar yang diterbitkan pada 25 Juli 2018.

Dalam surat peringatan tertulis nomor 413/K/KPI/31.2/07/2018 KPI menemukan potensi pelanggaran pada program siaran Azab Indosiar yang tayang 15 Juli 2018 pukul 17.06 WIB. Sinetron tersebut dianggap tidak memperhatikan ketentuan perlindungan anak-anak dan remaja serta larangan menampilkan mayat yang mengerikan sesuai aturan.

Peringatan tersebut diterbitkan setelah KPI melihat sinetron Azab Indosiar menampilkan mayat seorang pria dengan wajah hitam serta bibir terbuka penuh luka. KPI menilai hal tersebut berpotensi melanggar Pasal 15 Ayat (1) dan Pasal 30 Ayat (1) huruf d SPS KPI Tahun 2012 tentang perlindungan anak-anak dan remaja serta larangan menampilkan kondisi mayat yang mengerikan. Berdasarkan hal tersebut KPI Pusat memutuskan untuk memberikan peringatan.

Teguran yang disampaikan KPI terhadap sinetron bertema azab tersebut mendapat komentar positif dari warganet. Dalam capture berita yang diunggah akun gosip Instagram @lambe_turah, netizen memberikan dukungan serta mendesak KPI memberikan sanksi terhadap si pembuat konten sinetron yang ceritanya di luar nalar tersebut.

"Seharusnya sinetron pintu taubat jangan ditayangkan. Lebih baik setop. Ini sudah tidak masuk akal karena tayang hampir setiap saat," komentar @ellakomallasarii.

"Makanya banyak orang Indonesia yang apa-apa bilang azab. Mau gimana lagi tontonan sehari-harinya kayak gini," sambung @wahidr96.