Suzzanna Bernapas dalam Kubur Pecahkan Rekor Opening Day Film Horor Indonesia

Luna Maya memerankan tokoh Suzzanna dalam film Suzzanna Bernapas Dalam Kubur. (Youtube/Soraya Intercine Films)
16 November 2018 15:00 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Film horor terbaru yang diangkat dari mendiang Ratu Horor Indonesia, Suzzana, Suzzanna: Bernapas dalam Kubur, meraih sukses besar di hari pertama rilis. Film yang dibintangi Luna Maya itu berhasil memecahkan rekor opening day film horor Indonesia.

Dalam waktu sehari, film Suzzana: Bernapas dalam Kubur yang dirilis, Kamis (15/11/2018), mendapat sekitar 207.462 orang. Jumlah itu bakal terus bertambah melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa terhadap film horor Indonesia terbaru itu.

Kabar bahagia tentang kesuksesan film horor Suzzanna: Bernapas dalam Kubur itu dibagikan Luna Maya melalui laman Instagram pribadinya, @lunamaya, Jumat (16/11/2018). Sebagai bintang utama, Luna Maya sangat senang film produksi Soraya Intercine Films itu menyedot perhatian penonton.

"Satu hari 207.462 penonton. Suzzanna: Bernapas dalam Kubur telah memcahkan rekor opening day film horor Indonesia. Terima kasih Indonesia," tulis Luna Maya sebagai keterangan foto.

Sejumlah warganet yang ingin menonton film horor Suzzanna: Bernapas dalam Kubur mengaku kesulitan mendapat tiket. Sementara netizen yang sudah menonton film ini memberikan komentar positif sekaligus pujian kepada Luna Maya yang memerankan tokoh Suzzanna dengan baik.

"Dapat tiketnya susah banget. Mau beli habis terus," keluh @pbiherman.

"Serem, kocak, sedihnya dapat semua. Selamat Luna Maya. Keren banget," puji @ulfaaqila.

"Keren banget filmnya Kak Luna. Studionya sampai full," imbuh @hidyazulwati.

Film Suzzanna: Bernapas dalam Kubur kembali mempertemukan Luna Maya dan Herjunot Ali. Dalam film ini, Luna Maya berperan sebagai Suzzanna, sementara Herjunot Ali memerankan tokoh Satria. Film ini berkisah tentang rumah tangga Suzzana dan Satria yang telah menikah selama tujuh tahun namun belum dikaruniai anak.

Kehidupan Suzzanna dan Satria sangat bahagia sampai suatu ketika ada yang berubah. Singkat cerita, Satria berangkat ke luar negeri dan meninggalkan istrinya seorang diri saat sedang mengandung. Momen itu dimanfaatkan oleh empat perampok yang tanpa sengaja menjadi pembunuh Suzzanna. Keempat orang itu adalah karyawan Satria yang ingin membalas dendam.

Saat perampokan terjadi, Suzzanna dibunuh dan dikubur begitu saja di belakang rumah. Namun, keesokan harinya Suzzanna tetap berada di rumah seolah tidak terjadi apa-apa. Suzzanna kemudian membalaskan dendam dengan menghantui keempat perampok tersebut.