All Etno #15, Persembahan ISI Solo Menghidupkan Ruang Kesenian

Anggota Himpunan Mahasiswa Fakultas Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo membuka acara tahunan All Etno 15 di halaman Teater Besar kampus setempat, Sabtu (15/12 - 2018) sore. (Solopos/Ika Yuniati)
16 Desember 2018 20:08 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO - Mengenakan kostum serba hitam, dua perempuan muda gemulai menari di halaman Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Sabtu (15/12/2018) sore. Gerakan mereka lembut, mengikuti ritme musik yang dimainkan oleh para anggota Himpunan Mahasiswa Fakultas Pertunjukan ISI Solo. Semakin lama, gerak tangan dan tubuh keduanya dipercepat. Menyusul tempo musik yang juga kian rapat.

Tanpa jeda, pembukaan agenda tahunan All Etno #15 yang diselenggarakan oleh Program Studi Etnomusikologi ISI Solo dilanjutkan dengan pentas barongsai dan beberapa pertunjukan lain. Sebelumnya, kelompok musik yang dikomandoi anak-anak SLB YKAB Surakarta juga ikut menggerakkan semangat penonton di hari pertama.

Tim Kreatif All Etno #15, Keriyana Mahanani, mengatakan tahun ini mereka mengusung tema Gatra Svara. Dua kata tersebut diadopsi dari Gatra yang mewakili idiom ‘ruang’ musik dalam tradisi Jawa dan Svara dari bahasa Sansekerta berarti suara.

“All Etno sebagai media untuk merepresentasikan perayaan etnomusikologi terapan dengan menyuguhkan sebuah konten pertunjukan, diskusi, seminar, workshop, dan pameran. Ini semacam pembuktian kita sebagai mahasiswa Etnomusikologi bahwa kita juga punya karya-karya yang bisa dinikmati. Bukan hanya berkutat di tataran wacana,” terang dia.

Salah satu anggota tim kreatif All Etno #15, Robby Sugeng, saat berbincang dengan reporter Solopos.com di area Teater Besar ISI Solo, menambahkan agenda tahunan tersebut bakal dimeriakan sejumlah acara menarik hingga minggu malam. Dimulai dengan pentas musik, pameran foto dan alat musik, nonton film, juga diskusi musik di area Teater Besar dan Teater Kecil.

Sementara untuk segmen pentas, bakal dimeriahkan sejumlah penampil dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, ISI Yogyakarta, Smara Tantra dari Solo, Fakultas Ilmu Budaya UNS, dan Etnomusikologi Yogyakarta. “Tahun ini juga ada pentas musik Melayu dan Mexico yang ditampilkan para mahasiswa asal sana yang kuliah di Solo,” kata Robby.