Desainer Indonesia Tampil di Hong Kong Fashion Week 2019

Jeny Tjahyawati (kanan) bersama model yang memakai koleksi busananya. (Bisnis - Asteria Desi Kartika Sari)
11 Januari 2019 05:45 WIB Asteria Desi Kartika Sari Entertainment Share :

Solopos.com, JAKARTA - Go international atau tampil di panggung mode dunia tentu menjadi dambaan setiap perancang busana. Tak terkecuali perancang busana Indonesia. Membawa nama Indonesia, beberapa perancang busana Tanah Air bakal tampil pada acara Hong Kong Fashion Week 2019.

Ketua Indonesian Modest Fashion Desainer Jeny Tjahyawati mengatakan dalam parade mode tersebut, sebagian desainer Indonesia akan menampilkan wastra Nusantara. Hong Kong Fashion Weeek 2019 dilangsungkan pada 14 hingga 17 Januari 2019. "Karena wastra tidak banyak dimiliki oleh beberapa negara," kata Jeny di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Penampilan di Hong Kong Fashion Week 2019 kali ini merupakan penampilan perdana bersama dengan perancang lainnya seperti Nina Nugroho, Lia Soraya, Tuty Adib, dan Lia Afif.

Nantinya, dalam peragaan tersebut masing-masing desainer akan menampilkan 6 siluet busana dengan karakter desainer masing-masing. Melalui peragaan tersebut, lanjutnya, setiap desainer dibebaskan untuk menampilkan busana sesuai dengan karakternya. " Jadi sesuatu beragam ya, kalau kita buat booth Indonesia masih ada keunikan yang dicari," katanya.

Jeny sendiri nantinya akan menampilkan koleksi busana bertajuk Dayak Luxury yang terinspirasi dari motif seni lukis suku Dayak. Koleksi tersebut merupakan perpaduan antarpola dasar yang dikreasikan menjadi beberapa variasi.

Sementara itu, Lia Soraya akan menampilkan beberapa koleksi terbarunya yang bertajuk Eksotika Borneo. Dia mengangkat motif kultur dari daerah Kalimantan Barat dengan memadukan motif anyam tikar dari Solok, Padang, Sumatra Barat.

Sementara, label Nina Nugroho dengan perancamg Nina Septiana mengusung konsep Klasik Modern, yaitu memadukan gaya desain klasik yang timeless dengan warna tegas yang tak lekang waktu. Berbeda dengan desainer lain, Nina tidak menampilkan wastra, namun lebih ke busana siap pakai atau ready to wear. Pasalnya, untuk kesempatan kali ini dia lebih mengutamakan bussines to bussines.