Dul Jaelani Minta Maia Estianty Jenguk Ahmad Dhani

Dul Jaelani dan Maia Estianty (Instagram/duljaelani)
01 Februari 2019 20:40 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Dul Jaelani berharap Maia Estianty berkenan menjenguk ayahnya, Ahmad Dhani, yang berada di dalam penjara. Anak bungsu Maia Estianty merasa prihatin dengan nasib sang ayah yang kini berada di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang.

Meski demikian, pemuda bernama lengkap Abdul Qodir Jaelani itu tidak memaksa Maia Estianty menjenguk Ahmad Dhani. Namun, jika Maia Estianty masih peduli dengan keluarga, Dul Jaelani berharap Maia Estianty meluangkan waktu membesuk Ahmad Dhani.

"Kalau bunda peduli sama anaknya, peduli sama keluarga, sama suasana. Saya berharap bunda mengunjungi ayah. Tapi, semua kembali kepada bunda," kata Dul Jaelani dalam cuplikan video wawancara infotainment yang diunggah akun gosip Instagram @makrumpita, Kamis (31/1/2019).

Sayangnya, pernyataan Dul Jaelani justru mendapat respons negatif dari warganet. Sejumlah netizen menilai Maia Estianty tidak perlu lagi berurusan dengan Ahmad Dhani yang telah berstatus sebagai mantan suaminya.

"Peduli terhadap keluarga, tapi kan ayahnya Dul sudah bukan keluarga lagi," komentar @furrydiah.

"Aduh, Dul kamu aneh ya. Udah bercerai ngapain juga nengokin. Dulu aja Bunda Maia disia-siakan. Pikir lagi aja Dul kalau ngomong," imbuh @emerdekawati_17.

"Peduli keluarga? Emang Ahmad Dhani keluarganya ya? Kan sudah enggak. Sudah punya keluarga bahagia sendiri ah. Ngapain ngurusin suami orang," imbuh @yenniawaliati.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Ahmad Dhani menghuni Rutan Cipinang akibat tersandung kasus ujaran kebencian. Ahmad Dhani yang merupakan politikus Partai Gerindra divonis 1,5 tahun penjara. Vonis tersebut dibacakan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).

Dalam putusannya, Majelis Hakim menyimpulkan Ahmad Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana. Dia dengan sengaja dan tanpa hak menyebar informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan kepada masyarakat tertentu berdasarkan unsur agama, ras, dan antar golongan (SARA).