Elizabeth Sudira Rilis Lagu Rindu Solo di Kota Solo

Penyanyi sekaligus pencipta lagu Rindu Solo Elizabeth Sudira (dua kanan) menggelar jumpa pers terkait launching Rindu Solo di Ruang Audio Visual Museum Keris Solo, Kamis (7/2/2019). (Solopos - Ika Yuniati)
09 Februari 2019 02:00 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO -- Banyak cara dilakukan untuk mengungkapkan kekaguman pada Solo. Kota budaya yang melahirkan deretan orang hebat, mulai seniman, akademisi, hingga para pejabat tinggi.

Sejumlah musikus memilih nulis lagu untuk menyampaikan perasaan. Yang akhirnya tak hanya diapresiasi masyarakat sekitar Solo, namun juga penikmat musik Tanah Air. Sebut saja Stasiun Balapan, dan Terminal Tirtonadi ciptaan Didi Kempot, serta lagu fenomenal Bengawan Solo karya Gesang, dan langgam keroncong Putri Solo, yang lahir era 60-an hingga 90-an.

Berkaca dari kesuksesan karya seniornya yang mampu menggaungkan nama Solo hingga kancah dunia, Putri Solo II 2010 yang kini aktif menjadi pembawa acara sekaligus penyanyi, Elizabeth Sudira, menciptakan lagu serupa berjudul Rindu Solo. Lagu ini merangkum pandangan hidup dan nilai-nilai yang dipegang teguh masyarakat Solo. Salah satunya soal kesederhanaan yang dirangkai dalam lirik panjang bertuliskan ‘sederhanamu buatku jatuh hati’.

“Berangkat dari pengalaman pribadi yang sejak lahir mendiami dan menikmati nyamannya Kota Solo. Lagu ini juga merangkum segala sudut keindahan Kota Solo yang pasti dirindukan oleh setiap orang yang sedang atau pernah berada di Solo,” terangnya.

Saat menggelar jumpa pers di Ruang Audio Visual Museum Keris Solo, Kamis (7/2/2019), Eliz, mengatakan lagu yang dibuat spontan ini selesai dalam waktu empat menit. Ditulis beberapa hari sebelum tampil dalam acara Solo City Jazz 2018 September lalu. Keinginannya membuat karya yang rencana hanya dinyanyikan bersama grup The Rangers, dalam acara tersebut disambut positif. Hingga bertemu dengan, Tommy Widodo -arranger Solo yang pernah menangani penyanyi besar seperti Glenn Fredli, dan Pongki Barata-, serta creative director Andrenuno yang memberi masukan soal pembuatan video klip dan ide kreatif lain.

Awal diunggah di akun Youtube Elizabeth Sudira akhir tahun lalu, Rindu Solo, telah diputar sebanyak 89.000 kali. Disusul pembuatan akun instagram resmi Rindu Solo serta official merchandise yang juga disambut antusias.

Diproduksi oleh label Tiga Musik, lagu yang juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Solo ini, kata Eliz, telah digarap dalam bentuk video lirik serta video klip. Video lirik yang diunggah di akun Youtube akhir tahun lalu berisi cuplikan tentang sudut-sudut kota dengan venue utama area Jl. Slamet Riyadi Solo.

Sementara video klip mengambil sudut pandang pengalaman pribadi Eliz. Video klip versi baru tersebut mulai dipublikasikan di halaman Balaikota Solo, Sabtu (9/2/2019) malam. Bersamaan dengan rilis Rindu Solo. Acara juga dimeriahkan Sanggar Tari Semarak Candra Kirana, Keroncong Swastika, dan The Rangers.

Kepala Dinas Pariwisata Solo Hasta Gunawan saat berbincang dengan Solopos.com mendukung sepenuhnya karya seniman yang mengangkat Solo. Terlebih jika mereka memuat tentang keindahan kota dan budaya untuk mendukung promosi wisata. Berkaca dari kesuksesan lagu sebelumnya seperti Bengawan Solo, Stasiun Balapan, dan lainnya, hal tersebut terbukti mampu menggaungkan Solo hingga ke kancah internasional. Tak hanya lewat lagu, ia juga mendukung publikasi lewat media seni lain sepeti lukis, kriya, dan film.

“Ya semoga setelah resmi di-launching Sabtu, lagu ini semakin viral lagi dan semakin banyak seniman yang bikin karya serupa,” kata dia.