Pencipta Lagu Jawa Romantis Lingsir Wengi Kini Tergolek Sakit di Rumahnya

Pencipta lagu Lingsir Wengi, Sukapjiman menunjukkan piagam penghargaan dari Gubernur Jateng Mardiyanto dan trofi di kediamannya Jl. Kebun Baru, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, beberapa waktu lalu. - solopos.com / Iskandar
12 Februari 2019 07:00 WIB Iskandar Entertainment Share :

Lingsir wengi Sepi durung biso nendro Kagodho mring wewayang Kang ngerindhu ati....

Solopos.com, SOLO -- Penggalan kalimat di atas merupakan bagian syair dari lagu Lingsir Wengi yang diklaim sebagai satu dari belasan lagu ciptaan Sukapjiman, warga Jl. Kebun Baru, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo. Lingsir Wengi diciptakan pada 5 Mei 1995. Lagu bertemakan percintaan atau asmara ini sudah didendangkan sejumlah penyanyi kondang seperti penyanyi campursari Didi Kempot, penyanyi campursari sekaligus pesinden, Anik Sunyahni, Nurhana (dangdut), Agus Zakaria, Mulyadi (keroncong) dan sebagainya.

Namun nasib Sukapjiman rupanya tak semerdu lagu ciptaannya. Laki-laki berumur 84 tahun itu saat ini hanya bisa tergolek tak berdaya di tempat tidur karena lumpuh akibat sakit syaraf. “Sudah lama saya menderita sakit lumpuh seperti ini mula-mula hanya satu kaki yang lumpuh, lama-lama sekarang kedua kaki ini lumpuh,” ujar dia ketika ditemui wartawan di kediamannya Jl. Kebun Baru, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, beberapa waktu lalu.

Menurut dia lagu ciptaannya yang mengisahkan percintaan itu sudah banyak direkam oleh sejumlah produser rekaman. Namun nilai rupiah yang diterimanya dinilai tak sebanding dengan karya seni yang diciptakannya tersebut. Dia hanya mendapat kontrak sesaat dan tidak ada perjanjian royalti. “Karena saya sedang butuh uang maka tawaran kontrak itu langsung saya terima begitu saja,” ujar dia.

Saat ini Sukapjiman yang tinggal bersama salah satu putrinya ini secara rutin harus berobat jalan ke Puskesmas Kartasura atau ke bidan di dekat rumahnya. Selain itu dia sebulan sekali harus ganti selang kateter yang digunakan untuk menampung kotoran dari dalam badannya. “Saya kalau pipis sudah tidak terasa karena itu saya memakai selang seperti ini. Setiap saat ganti selang saya membayar Rp50.000 untuk beli selang dan kantongnya ini,” kata dia. Terkait itu dia berharap bisa mendapat royalti lagu yang diproduksi sejumlah produser rekaman tersebut. Dengan demikian bisa untuk menyabung hidup dan untuk kebutuhan lainnya.

Menurut dia saat Jateng dipegang Gubernur Mardiyanto tahun 2002 dia pernah mendapat penghargaan sebagai pencipta lagu dalam album Tri Warsa Leladi Jawa Tengah. Ketika itu dia menerima penghargaan di Hotel Patra Jasa Semarang. “Selain piagam saya juga mempunyai piala hasil menang lomba menyanyi ketika saya masih muda,” kata dia.