Konser 2500 Kalori Dihelat di Lokananta Solo 9 Maret 2019

Gedung Lokananta Solo. (Solopos/Dok)
16 Februari 2019 17:30 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO -- Studio Musik Lokananta Solo bekerja sama dengan Yayasan Kampung Halaman menggelar konser musik pada Maret mendatang. Acara yang bertepatan dengan Hari Musik Nasional tersebut diadakan pada 9 Maret 2019 di studio setempat.

Staf Marketing Lokananta Sriyono Ali Maskuri saat berbincang dengan solopos.com, Jumat (15/2/2019), mengatakan konser tersebut mengusung tema 2500 Kalori. Dia menambahkan bakal ada 14 grup musik indie yang memeriahkan pentas, termasuk grup band pengisi album kompilasi 2500 Kalori.

“Ada nanti 14 grup musik yang bakal pentas nanti, di dalam studio Lokananta,” kata dia.

Album 2500 Kalori adalah kompilasi karya musisi dengan Yayasan Kampung Halaman yang mengangkat tema Pangan dan Remaja. Album volume pertama mengusung 15 grup musik indie dari Jawa Tengah. Di antaranya Orkes Kodok Ngorek, Afapika, Tiger Paw, serta dua kelompok dari Solo yaitu Farinela dan Merah Bercerita.

Farinela kala itu menyumbang single terbaru berjudul Dendang Wedangan. Dalam lagu tersebut, grup yang digawangi Farda dan Indra menjabarkan beraneka ragam kudapan, juga suasana area angkringan Solo menjelang malam. Digarap dengan musik easy listening, mereka memasukkan diksi-diksi sederhana agar mudah diterima pendengarnya.

Sriyono menambahkan konser tersebut merupakan salah satu program untuk memperkenalkan Lokananta kepada musikus indie. Harapannya para penampil yang berasal dari berbagai daerah sekitar Solo kembali ke Lokananta setelah acara.

Sejak beberapa tahun terakhir, kata Sriyono, pihaknya sering dikunjungi sejumlah grup musik lokal maupun nasional untuk melakukan rekaman. Terakhir, grup musik Slank yang merekam album baru di Studio Lokananta selama sepekan.

Mereka live music di dalam ruang studio selama empat hari, sisanya live akustik di venue lainnya.

“Seingat saya setelah Glen Fredly beberapa musikus nasional melakukan rekaman di Lokananta. Yang kami lakukan untuk menyambut mereka ya biasanya mempersiapkan semaksimal mungkin agar tertarik dan mengenalkan studio ini ke musikus lainnya,” terang dia.