Konser di Solo, Melanjutkan Hidup ala Payung Teduh

Grup musik Payung Teduh menghibur penggemarnya dengan lagu Rahasia dalam acara Harmoni Rasa Concert di The Sunan Hotel Solo, Jumat (15/2 - 2019) malam. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
17 Februari 2019 00:00 WIB Mahardini Nur Afifah Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO -- Nyaris dua tahun absen menyambangi Kota Bengawan, Payung Teduh kembali tampil di hadapan penggemarnya lewat konser Harmoni Rasa di The Sunan Hotel Solo, Jumat (15/2/2019) malam.

Berbeda dari aksi sebelumnya yang masih menggandeng vokalis Mohammad Istiqomah Djamad; band yang kini menyisakan Ivan Penwyn (gitar),  Alejandro “Cito” Saksakame (drum), dan Comi Aziz Kariko (bas) itu tampil dengan format anyar.

Ivan yang dulu fokus di gitar, kini diberi tambahan memegang kendali vokal. Band yang mengawinkan langgam pop, jaz, dan keroncong ini juga move on alias melanjutkan hidup dengan memboyong dua vokalis pendukung, Marsya Ditia dan Citra. Selain itu, Payung Teduh juga menghadirkan personel tambahan di kibor, terompet, dan gitar.

 Kelar menggeber lagu keduanya bertajuk Rahasia, Comi malam itu membangun interaksi dengan penonton lewat kilas balik sejarah band yang ia bentuk bersama Is untuk mengiringi pementasan Teater Pagupon Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia pada 2007 lalu.

 “Kami dulunya band teater. Makanya kami ini suka keroyokan. Gotong-royong. Waktu itu idenya setiap pementasan kami keluarkan lagu baru. Niat awal [nge-band] bukan untuk berpergian [tur]. Tapi berkarya dan bikin lagu sampai akhir hayat,” ujar Comi kembali menyampaikan visi band-nya.

 Sesaat setelah membuat penonton menyimak nostalgia sejarah Payung Teduh, Comi mengomando teman-temannya untuk menggeber lagu Biarkan yang kental nuansa keroncong. Sewaktu tampil, ia pun seolah mengajak kontrabasnya berdansa. “Ini lagu yang bikin saya joget banget,” akunya.

 Setelah itu, giliran Ivan, pemain termuda dari format lama Payung Teduh memberikan prakata sebelum membawakan lagu Malam. Lagu dari album pertama ini dulunya dibawakan saat mengiringi pementasan teater Matahari di Belakang pada akhir 2006 lalu. “Payung Teduh sangat komunal. Semua orang bisa nulis lagu. Bisa bikin lirik,” tutur Ivan.

 Hati sejumlah penonton yang datang menyaksikan pertunjukan lantaran penasaran dengan format anyar band idolanya tersebut dibuat lumer begitu Comi, Ivan, dan Cito memberikan panggung vokal utama untuk Citra mengiringi lagu bertempo lambat dengan lirik kontemplatif Berjalanlah. “Ini lagu penting buat kita. Bikin kita berjalan terus,” kata Comi.

 Suasana beranjak lebih ceria saat Payung Teduh mendapuk sang manager Marsya Ditia membawakan Sebuah Lagu. Lagu latar resmi dari film besutan Disney Ralph Breaks the Internet: Wreck-It-Ralph 2 ini ditulis Cito sang penggebuk drum. Sejumlah penonton yang sudah akrab dengan lagu yang dirilis November lalu itu ikut bernyanyi bersama.

 Selama kurang lebih satu jam menghibur penonton, Comi dkk. turut menghadirkan kejutan dengan membawa lagu Pagi Belum Sempurna yang perdana mereka bawakan live di panggung. Citra dan Marsya berbagi peran menjadi vokalis utama. Sedangkan Ivan mengistirahatkan gitarnya dengan memainkan flute.

“Teman-teman yang ada di Solo beruntung jadi yang pertama menyaksikan lagu ini dibawakan live,” tutur Comi.

Klimaks konser yang digelar di ballroom ini berlangsung di pengujung pertunjukan saat Payung Teduh membawakan Resah. Penonton yang sejak awal menantikan sederet lagu hit lama band idolanya itu kompak menyanyi bersama tanpa dikomando.