Kronologi Pertemuan Jerinx SID dan Anang Hermansyah

Jerinx SID (Instagram_jrxsid)
19 Februari 2019 23:40 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Pertemuan Anang Hermansyah, Ashanty, dan drumer Superman Is Dead (SID), Jerinx, di Bali, berakhir ruwet. Pertemuan yang digelar di suatu restoran di Sanur, Bali, Senin (18/2/2019), tak menemui titik terang.

Dalam pertemuan itu, Anang Hermansyah, Ashanty, dan Jerinx semestinya membicarakan tentang Rancangan Undang-Undang Permusikan. Namun, pertemuan itu justru kacau. Jerinx SID membantah dirinya berdamai dengan Anang Hermansyah seperti yang terpampang pada sejumlah foto unggahan Ashanty di Instagram.

Musisi bernama asli I Gede Ari Astina itu bersalaman dan berpelukan dengan Anang Hermansyah sebagai bentuk apresiasi. Dia menghargai niat baik Anang Hermansyah yang datang jauh-jauh ke Bali untuk mengajaknya berdiskusi.

"Pertemuan dengan Anang Hermansyah sore tadi tidak ada titik temu. Foto-foto saya dan Anang yang disebar Ashanty di media sosial cuma untuk menyelamatkan nama Anang. "Pelukan atau salaman enggak berarti sepakat. Saya peluk atau salamin Anang 100 persen untuk menghargai niatnya jauh-jauh ke Bali cuma buat temui saya," terang Jerinx lewat akun Instagram @jrxsid.

Tak ketinggalan, Jerinx SID membeberkan kronologi pertemuannya dengan Anang Hermansyah. Awalnya, dia menerima kehadiran Anang Hermansyah dengan maksud baik. Anang Hermansyah tidak mau minta maaf dan mengakui dirinya sebagai penyebab kontroversi RUU Permusikan.

"Saya mau ketemu karena Anang kaytanya akan minta maaf. Dan kami akan merekam saat Anang minta maaf saja. Nyatanya, dia muter-muter. Enggak ada inisiatif meminta maaf seperti yang sudah dijanjikan. Ya sudah, diskusi saya tutup dan dibubarkan," tegas Jerinx, Selasa (19/2/2019).

Perseteruan antara Jerinx SID dan Anang Hermansyah yang terus berlanjut membuat warganet gaduh. Ada yang membela Jerinx, namun tak sedikit hujatan warganet dialamatkan kepadanya. Diberitakan Solopos.com sebelumnya, perseteruan Jerinx dan Anang dimulai dengan munculnya RUU Permusikan yang dirancang Komisi X DPR, di mana Anang sebagai salah satu anggotanya. Pada awal perseteruan itu, Jerinx sempat menyebut Anang sebagai musisi palsu.