35 Desainer Solo Siap Pamer Busana Terbaik di Street Fashionation

Model memamerkan rancangan busana beberapa desainer yang bakal memeriahkan Street Fashionation 2 di atrium The Park Mall Solobaru, Senin (25/2/2019).(Solopos - Ika Yuniati)
27 Februari 2019 21:40 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Ajang pamer busana bertajuk Street Fashionation kembali digelar di atrium The Park Mall Solo Baru selama lima hari, Rabu-Minggu (6-10/3/2019) mendatang. Memasuki tahun kedua, acara yang digarap oleh Solo Creative ini dibuat lebih megah, dan glamor ketimbang tahun lalu.

Perwakilan penyelenggara, Febryan Dhanu, saat jumpa pers di The Park Mall Solobaru, Senin (25/2/2019), mengatakan pihaknya menggandeng 35 desainer berbakat Solo dan sekitarnya. Mereka terdiri dari perancang muda dan senior seperti Joko SSP serta brand Arcobaleno. Fashion show didukung para model profesional FS Model Agency.

Para desainer bakal memamerkan karya terbaik mereka dengan jumlah maksimal tujuh pakaian per orang. Rancangan busana yang dipamerkan nanti beragam. Mulai busana pengantin, baju batik, pakaian muslim, hingga casual line yang dibuat oleh beberapa brand lokal. Begitu juga dengan pilihan tema, ada yang membawa gaya lawas dalam desain baju muslim kekinian, dress gown, batik tulis, dan masih banyak lagi.

Acara yang diharapkan menjadi salah satu barometer perkembangan fashion Solo dan Jawa tengah ini juga dimeriahkan guest star selebritas Tanah Air. Lebih lanjut, Febryan mengatakan Street Fashionation merupakan wadah bagi para desainer muda Solo dan sekitarnya untuk unjuk karya. Selama ini, menurutnya, banyak perancang busana berbakat yang tak memiliki ruang pamer. Ia berharap acara ini sekaligus menjadi media promosi brand fashion lokal kepada masyarakat luas.

Salah satu desainer, Nurul Shine, menyuguhkan tujuh rancangan busana bergaya etnik ala bohemian. Ia menggabungkan beberapa material dengan dominasi bahan lurik. Kostum dengan pilihan warna beragam ini terinspirasi dari keindahan hutan Indonesia. Busana yang bisa dikenakan untuk agenda sehari-hari tersebut sekaligus jadi kampanye peduli hutan Indonesia. “Lewat rancangan ini saya mengajak semua orang ikut menjaga dan melestarikan hutan Indonesia,” terang dia saat jumpa pers.