Dirisak Gara-Gara Lelucon India-Pakistan, Komedian Trevor Noah Minta Maaf

Trevor Noah. (Reuters - Eduardo Munoz)
05 Maret 2019 03:10 WIB Renat Sofie Andriani Entertainment Share :

Solopos.com, JAKARTA - Komedian ternama Trevor Noah menyatakan penyesalannya lantaran melontarkan lelucon tentang eskalasi ketegangan antara India dan Pakistan. Dalam episode acara yang dibawakannya, The Daily Show di tayangan Comedy Central, televisi khusus komedi, pekan lalu, Noah mengatakan bahwa perang antara kedua negara itu akan menjadi “hal yang paling menghibur” dan “juga akan menjadi perang terpanjang sepanjang masa”.

Bermaksud ingin menghibur, leluconnya justru menyulut amarah masyarakat India. Mereka sontak menumpahkan kekesalan kepada Noah lewat Twitter. Kebanyakan mengecamnya “rasis” dan “tak sensitif”.

“Kedua orang tuaku terdampar di India. Semua penerbangan melintasi Pakistan dibatalkan karena meningkatnya ketegangan. Aku mencemaskan keselamatan mereka dan keluargaku di sana.. Lelucon ini mengecewakan fans India Amerika Anda,” tulis @Anisha_S113, seperti dilansir BBC.

Ketika seorang pengguna Twitter menuduhnya mengolok-olok “perang melalui stereotip Bollywood”, Noah mencoba menanggapi dengan menjelaskan proses komedi yang dilakukannya, selain juga meminta maaf atas perkataannya.

Menurut Noah, dia menggunakan komedi untuk “memproses rasa sakit dan ketidaknyamanan”. Komedian berusia 35 tahun ini bahkan berkisah leluconnya tentang sang ibunda yang pernah ditembak di kepala oleh mantan suaminya.

Tanpa menghindari segala kecaman yang ditujukan padanya, Noah mengungkapkan keheranannya bahwa lelucon tentang konflik India-Pakistan itu “lebih berkembang ketimbang konflik itu sendiri".

Di sisi lain, ada pula pengguna media sosial yang mengatakan kemarahan atas leluconnya adalah hal yang “tidak perlu”. Di halaman YouTube The Daily Show sendiri, sebagian mengutarakan kecewaannya tetapi banyak juga yang menganggap segmen itu lucu.

Ketegangan konflik antara India dan Pakistan seputar Kashmir, memang telah meningkat akhir-akhir ini. Masing-masing saling melancarkan serangan yang telah memakan korban jiwa dari kedua belah pihak.

Pada 26 Februari, India melancarkan serangan udara terhadap kamp militan di Pakistan sebagai pembalasan atas bom bunuh diri yang menewaskan sedikitnya 40 tentara India di Kashmir pada 14 Februari.

Sebuah kelompok yang bermarkas di Pakistan mengklaim telah melakukan serangan itu, serangan paling mematikan selama tiga dekade pemberontakan terhadap Pemerintah India di Kashmir.

Pakistan, yang menyangkal keterlibatan dalam serangan 14 Februari, mengatakan tidak punya pilihan selain membalas serangan udara itu pekan lalu.

Pertempuran udara pun terjadi dan mengakibatkan sebuah jet tempur India ditembak jatuh di wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan. Namun, pilot pesawat tempur, yang ditangkap oleh Pakistan, kemudian dibebaskan pada 1 Maret.

Sumber : BBC