Pesta Partai Barbar, Pestanya Penikmat Musik Cadas di Solo

Penampilan salah satu grup musik cadas dalam Pesta Partai Barbar di Benteng Vastenburg Solo, Minggu (10/3 - 2019) malam.
12 Maret 2019 01:30 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Vakum setahun, Pesta Partai Barbar yang diinisiasi unit metalcore asal Solo, Down For Life, kembali membakar semangat metalhead Soloraya di Benteng Vastenburg Solo, Minggu (10/3/2019) malam.

Mendatangkan deretan nama yang cukup diperhitungkan seperti Seringai, Jasad, dan Death Vomit, mereka menyorakkan anthem-anthem beringas yang spontan membuat tensi meninggi.

Sepanjang acara, hampir semua terhipnotis dalam angguk entak tubuh masing-masing. Mengikuti dentum musik keras yang menguar dari atas panggung. Lebih dari 10.000 orang penggemar musik cadas Soloraya dan sekitarnya turut larut dalam pesta yang ditunggu-tunggu sejak dua tahun terakhir ini.

Sang tuan rumah, Down For Life, berhasil menggerakkan penggemar militannya yang biasa disebut Pasukan Babi Neraka. Mereka membuka pentas dengan nyentrik. Diawali dengan lirih gamelan sebelum akhirnya membakar panggung dengan penampilan prima sang vokalis, Stephanus Adjie. Nomor lagu andalan seperti Liturgi Penyesatan, Tertikam dari Belakang, dan Pesta Partai Barbar digeber hampir satu jam.

Penonton spontan headbanging, crowd surfing, hingga melakukan aksi wall of death di tengah lapang. Suasana kian memanas saat Adjie tiba-tiba melakukan stage diving di pengujung lagu. Ia melompat dari bibir panggung menuju kerumunan penonton yang siap menangkap.

Tak sekadar menggerakkan semangat berpesta, di tengah antusiasme penggemar yang begitu tinggi, Adjie, mulai berorasi. Ia mengajak para metalhead tidak apatis. Turut menentukan masa depan Indonesia dengan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu. Disusul ajakan bersatu dengan menghargai segala perbedaan. “Kita semua di sini berteman tanpa melihat apa agama kalian, dari mana kalian berasal, apa pun pilihan kalian, kita semuanya saudara kawan,” teriak Ajie sebelum memulai Liturgi Penyesatan.

Grup cadas asal Jakarta, Seringai, yang menggebrak panggung di urutan terakhir, lebih masif. Ia mengajak penonton kritis lewat beberapa lagu andalan seperti Adrenalin Merusuh, Tragedi, dan Dilarang di Bandung. Peraih penghargaan AMI Award untuk Karya Produksi Metal/Hardcore Terbaik 2018 ini kemudian meminta semuanya selektif dalam menggunakan hak pilih.

“Kalian boleh golput, atau benar-benar memilih pemimpin yang benar. Untuk pemilu jangan memilih calon yang pernah menculik aktivis-aktivis, penjahat HAM,” teriak sang vokalis Arian, sebelum memulai lagu Persetan yang mengkritisi tindakan represif para penguasa.

Melalui Omong Kosong, Seringai, kembali menghujat kebijakan para pejabat berdasi. Kali ini langsung ditujukan kepada anggota DPR yang menggarap RUU Permusikan. Ia kemudian mengajak penonton mengawal produk hukum tersebut karena sampai saat ini belum resmi dibatalkan. “Kalau saya bilang RUU Permusikan, kalian berteriak batalkan, silakan siap,” teriak Arian lagi.

Menggandeng We The Youth dan Muara Entertainment, Pesta Partai Barbar tahun ini memang mengajak anak muda peduli pada masa depan bangsa. Minimal dengan ikut menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2019 dengan tagline 100%IN, Pesta Partai Barbar: Vote Louder.

Festival yang juga dimeriahkan sejumlah unit metalcore Solo ini sebelumnya diisi sesi bincang-bincang bersama Rudolf Dethu, Dani Satrio, Iyok Samalona, Tatuk Marbudi, dan beberapa tokoh muda lain. Acara digelar gratis dengan syarat menandatangani petisi 100%IN Indonesia Nyoblos melalui website change.org. We The Youth juga menggelar agenda serupa di kota lain seperti Jakarta, Bandung, dan Jogja.